Beranda > sang kyai > Sang Kyai 61

Sang Kyai 61

Sebenarnya Romadhon kemaren aku banyak sekali memperoleh cerita dari Kyaiku, dan juga dari teman-temanku di Banten, saat aku ke Banten, tapi kemudian cerita itu teramat banyaknya sampai aku sendiri bingung harus memulai dan menyusunnya bagaimana, sebab cerita itu berbentuk suatu potongan-potongan kisah, sehingga membuatku menjadi bingung untuk mulai mengawali tulsannya dari mana, semoga lain kali aku bisa merangkai cerita yang ada di pikiranku ini.

Agar tak lama berhenti tulisan ini akan ku tulis cerita dari sisi pengalamanku sendiri lagi, jika setiap manusia hidup itu ditanya, pernahkah bermimpi dalam tidur? Tentu semua akan menjawab pernah, jika ini mau jujur, tak lepas juga diriku pernah bermimpi, dan setiap mimpi itu adakalanya dari syaitan, dan adakalanya dari isyarat Alloh, memberitahukan akan apa yang akan terjadi.

Mungkin sebagian teman yang membaca akan mengatakan, wah mimpi saja kok dibicarakan, ya itu wajar, dan aku sendiri sebenarnya juga bukan orang yang suka mempercayai mimpi, tapi bagi sebagian orang mungkin mimpi itu amat ditunggu-tunggu, contohnya orang yang mengejar nomer judi yang akan keluar, selalu sukanya mengutak-atik mimpi.

Terlepas dari itu semua, memang dunia bawah sadar kita banyak sekali isyarat-isyarat, tak perduli orang lain akan berpendapat apa, kisah ini akan ku tulis dengan seadanya, seperti isyarat yang sering ku alami, dari mimpi yang kulewati dalam tidur, contoh ketika aku menolong orang Jakarta yang kesurupan, mendapat kiriman jin yang dimasukkan ke dalam tubuhnya, sebelumnya aku telah bermimpi, bahwa akan datang ke rumahku seorang perempuan yang diantar beberapa orang, dan dalam mimpi itu perempuan itu dipegangi, dan anehnya kemudian mimpi itu berlanjut ke suatu persawahan dan kulihat seorang lelaki tua yang berlari di parit sawah, yang dikejar orang kampung dan diteriaki pembunuh, dan orang itu berjalan timpang, waktu mengalami mimpi itu, akupun tidak berprasangka apa-apa, tapi setelah kemudian datang perempuan yang di mimpiku itu, dan dari cerita dia, setelah jin yang dalam tubuhnya ku tanya, ternyata jawabannya sama dengan mimpiku itu, yaitu tentang lelaki yang berjalan timpang itu, sebagai orang yang mengirimkan jin dan teluh ke dalam tubuh perempuan yang ku tolong itu, maka aku makin yakin, tentang isyarat mimpi yang diberikan oleh Alloh, entah itu apa namanya, setidaknya aku kemudian tau apa yang akan terjadi, bahkan aku tau maksud larinya orang itu di pematang sawah, adalah orang itu bekerja di sawah, dan jalan timpang itu memang asli jalannya orang itu karena cacat tubuhnya, dan dikejar penduduk itu memang sama persis dengan cerita masa lalu orang itu yang pernah dikejar massa mau dibunuh, karena dituduh sebagai tukang santet.

Sebenarnya sebelumnya sering sekali aku mengalami mimpi yang kemudian ada jawabannya setelah mimpi itu berlalu, rasanya akan terlalu panjang dikisahkan, mengisahkan mimpi-mimipi tiap malam, maka akan ku ceritakan kisah mimpi di waktu dekat ini saja yang kemudian mimpi itu menjadi suatu cerita nyata. Sebenarnya aku sendiri juga tidak berusaha menerjemahkan mimpi-mimpiku, karena aku sendiri tak tau soal tafsir mimpi, dan yang jelas aku sendiri tak pernah punya sanad ilmu ijazah dari seorang guru tentang mimpi dan tafsirannya, jadi aku tak pernah berusaha menterjemahkan mimpi yang ku alami, ku biarkan diriku tau setelah mengalami jawaban kenyataan kejadian di dunia nyata.

Romadhon kemaren aku mimpi, dalam mimpiku itu aku mendapati, ada kera di rumahku, dia tidak masuk rumah tapi di atas genteng, lalu ada anak kecil seumuran kelas 1 SMP dia diikuti kera itu dan ada ular berwarna hijau kecil yang menggeliat di aliran air rumahku, sementara kera hitam berbulu lebat, sebangsa kutug itu, yang ada di atas genteng, berloncatan, lantas di mimpi itu dia ku panggil dengan lambaian tangan, dan kera itu turun di pundakku, dan ku suruh tidur di ranjang, dia menurut saja, mimpi itu sampai di situ saja, tidak ada kelanjutannya, dan aku tak berusaha untuk mengartikan apa maksud mimpiku itu sampai pada malam setelah mengimami taraweh, datang beberapa orang yang membawa seorang anak kecil seumuran kelas 1 SMP, dalam keadaan kerasukan, yang membawa ada beberapa orang, karena anaknya dibawa ke rumahku dalam keadaan digotong, yang ku tanya lelaki yang agak tua,

“Kenapa anak ini pak Sarip..?” tanyaku, sambil melihat anak kecl itu yang bengong, dan diam seribu bahasa, hanya matanya jelalatan seperti takut.

“Ini tak tau mas kyai, kerasukan atau apa, yang jelas dia tidak makan, juga tidak minum selama 5 hari,” jawab lelaki yang bernama Sarip itu.

“Lalu awalnya bagaimana kok bisa sampai seperti itu?” tanyaku.

“Awalnya, dia ini kan anak yatim… kyai, jadi ayahnya sudah meninggal, dan ayahnya punya istri dua, satu ibu aslinya dia, dan satu lagi ibu tirinya, sekarang ini dia dirawat oleh ibu tirinya, dan di sekolahkan di daerahnya sana, nah ini dia baru sekolah di sekolah SMP baru, dan waktu mengalami ini, dia duduk di belakang sekolah, di belakang sekolah kan ada WC nya, ya semacam penampungan gitu, dia duduk di situ, menurut cerita guru sekolahnya, dia tidak masuk ke kelas, dan dicari-cari, sudah dalam keadaan bengong duduk di penampungan, sepiteng WC itu, dan disuruh masuk kelas tetep bengong, bahkan ketika digelandang tubuhnya kaku, lantas digotong ramai-ramai, dan berusaha disadarkan, tapi tetap saja ya seperti ini, waktu itu dipulangkan ke rumah ibu tirinya oleh gurunya juga dalam keadaan seperti ini.” jelas pak Sarip.

“Apa tidak berusaha diobatkan?” tanyaku.

“Ya sudah kyai, sama ibu tirinya sudah dibawa ke dokter, tapi dokter juga tak bisa apa-apa, bahkan itu kan giginya merapat terus, dokter juga tidak sanggup membukanya, giginya merapat terus seperti lengket dan dilem dengan lem super.”

“Apa tidak berusaha dibawa ke orang pinter, misal dukun?”

“Sudah kyai, tapi dukunnya juga tak bisa apa-apa, malah oleh ibunya sudah dibawa ke rumah beberapa dukun, tapi tetap saja tidak bisa apa-apa, bahkan memasukkan makanan dan air saja tidak bisa, makanya ini sudah 5 hari tidak makan, kami minta mas kyai tolong dia, kasihan dia, dia anak yatim,”

“Iya pak, saya cuma berusaha, soal bisa enggaknya saya sendiri juga tidak tau, semoga Alloh memberi kekuatan pada saya untuk bisa menolong dia, coba bawa ke sini.” kataku.

Beberapa orang segera memegangi anak itu, ada sekitar 5 orang, tapi semuanya kuwalahan, anak itu tak mau didekatkan denganku, dan 5 orang itu ditolak semua terpental, dan tak kuat menahan anak itu, kalau dinilai secara teori, 5 orang dewasa dikalahkan oleh tenaga anak kecil yang sudah 5 hari tak makan, memang sangat tidak wajar, tapi itulah kenyataannya, dan berusaha memegangi selalu dipentalkan, maka aku mendekat sendiri, dan ketika tanganku memegang tangannya dan kedua tangannya di genggamanku, maka anak kecil itu lantas tak bertenaga, bahkan dia mau berontak seperti ada kekuatan maha dasyat menindihnya, ketika aku dalam hati berdoa, supaya dia jangan berontak, maka seketika tubuhnya tak bergerak, seperti ada puluhan orang yang memeganginya, maka aku hanya menyentuhnya dengan satu jari, ku tekan, maka anak kecil itu tubuhnya langsung terkapar, tanpa daya sama sekali, bahkan tak mampu untuk bangkit, terus terang secara logikaku, aku sendiri tak bisa berpikir, kenapa kok seperti itu, sebenarnya aku hanya ketika jariku ku arahkan ke tubuh anak itu lantas anak itu seperti ditekan suatu beban yang menindihnya, maka aku pun yakin di jariku ini ada kekuatannnya, jadi aku sendiri terus terang tak tau menahu soal kekuatan itu, aku hanya mengambil pelajaran dari efek kejadian yang ada di depan mata, kok ku tempeli jari, lantas anak itu tak berdaya, maka lantas ku yakin kalau jariku itu ada kekuatannya. Tak perlu aku melihat bentuk kekuatan itu bagaimana, yang jelas kekuatan itu dirasakan oleh anak yang ada di depanku, dan anehnya setiap jari ku tempelkan di manapun tubuh anak itu, anak itu seperti merasa kesakitan.

Setelah anak itu ku buat tak berdaya, lantas aku minta air di gelas, lantas ku isi dengan do’a, sementara tanganku masih menahan anak itu, sehingga anak itu sama sekali tak bisa bergerak dalam keadaan terlentang tiada daya dia juga sudah tidak berontak, mungkin jin yang ada dalam tubuhnya merasa jika berontak dia sudah memastikan tak mampu, maka dia memilih diam, dan pasrah, lantas seseorang ku mintakan meminumkan air dengan sendok, tapi memang giginya merapat, walau bagaimanapun dibuka maka tak bisa membuka, lalu ku salurkan energi do’a lewat tanganku, yang isinya meminta pada Alloh agar mulut anak itu dibuka, dan aneh, seperti ada kekuatan yang maha dasyat, dan tak bisa dilawan oleh anak itu dan jin yang ada di dalamnya, yang membuat mulutnya terbuka, maka mulut anak itupun terbuka, dan satu dua sendok air pun lantas dimasukkan ke mulut anak itu, dan satu gelas pun akhirnya habis, ku lepaskan tanganku dari badannya, dan lantas anak itu mulai tenang, dan ku minta dibawa pulang, alhamdulillah setelah 3 kali ke rumahku, anak itu sudah beraktifitas seperti biasa, malah makin gemuk.

___________________________________________________________

Masih di bulan romadhon, aku mimpi aku merasa berjalan di suatu daerah, dan aku sampai di suatu pemakaman umum, lantas aku berjalan di jalan yang ada di tengah pemakaman, menyusuri jalan setapak di tengah pemakaman, lantas aku sampai di sebuah tempat wudhu yang ada di tengah pemakaman, aku merasa aneh juga, kenapa kok tempat wudhu ada di tengah pemakaman, selesai wudhu lantas aku berjalan lagi, sampai di pinggir pemakaman ada sebuah warung, di mana belakang warung itu pas pemakaman, aku bertemu dengan pemilik warung, dan anehnya pemilik warung itu seperti menunjukkan makam di belakang warung, salah satu makam itu milik orang yang jalannya ngesot, seorang lelaki, lalu aku berkata (namanya juga mimpi, jadi jangan dinilai dengan logika)

“Suruh ke sini orang yang lumpuh itu, suruh dia bangun dari kuburnya.” kataku. Lalu pemilik warung itu pergi ke belakang warungnya, dan membangunkan orang yang ada di dalam kubur, kubur pun terbuka, maka keluarlah seorang lelaki tua, yang ubanan, dan kemudian dia berjalan dengan ngesot ke arahku, sesampainya di depanku lantas ku tanya.

“Kamu itu siapa?” tanyaku dalam mimpiku itu.

“Aku ini hanya pembuat ketupat dari daun kelapa, dan juga sempritan daun kelapa,” jawab orang yang berjalan ngesot yang baru bangkit dari kuburnya. “Aku ini cuma diperintah orang untuk mengganggu keluarga ini.”

Aku sama sekali tak tau maksud pembicaraannya, tapi aku juga bukan orang yang selalu ingin mengerti urusan orang, karena tanda seseorang yang tak disukai oleh Alloh, ialah orang itu dibiarkan melakukan hal-hal yang sangat tidak ada manfaatnya, jadi sekalipun dalam mimpi, aku tak banyak bicara untuk tau permasalahan yang tidak ada manfaatnya bagiku.

“Aku ini dikirim orang, dan aku tak bisa apa-apa, jadi mohon jangan saya dimusuhi, dan ini dia yang mengirimku.”  katanya lantas ada 4 orang yang datang ke tempat itu, tapi aku tak tau maksudnya.

“Ya sudah kalau begitu, sana kembali ke dalam kuburmu,” kataku, lantas dia berjalan ngesot kembali ke dalam kuburnya, dan kuburnya menutup kembali.

Beberapa hari kemudian, datang suami istri ke rumahku, dan keduanya sakit kakinya, ku tanya.

“Apa bapak ini yang tinggal di rumah, yang belakangnya ada pemakaman umumnya?” tanyaku, sekenanya aja.

“Iya benar, kami tinggal di rumah yang belakangnya ada pemakaman umum, kok mas yai tau, pasti diberitahu menantu saya ya…” jawab lelakinya.

“Iya, tau sedikit…” jawabku . “Lalu keperluannya apa ke sini?”

“Ini mas yai, saya sama istri itu kok sakit di kaki, sudah bertahun-tahun, mungkin ada lima tahunan, sudah diobatkan ke dokter mana saja kok tetap saja kaki ini sakit, malah kaki saya ini tidak bisa lagi dipakai duduk, jadi kalau sholat ya serba repot, dipakai berdiri bisa, tapi ditekuk dipakai duduk tidak bisa,” jawab lelakinya yang bernama pak Amat.

“Apa di rumah sering ada penampakan seorang lelaki yang berjalan ngesot?” tanyaku.

“Iya mas yai, di rumah memang sering terjadi penampakan, dan memang salah satunya yang berjalan ngesot.” jawab pak Amat.

“Ya itu hanya perlu rumahnya perlu dibersihkan, dipagar gaib, insaAlloh peyakitnya akan dengan sendirinya sembuh,” jelasku.

“Kalau begitu tolong dipagar rumah saya mas kyai…”

“Iya nanti akan saya buatkan pagar untuk memagar rumahnya, dan mengusir, jin fasik yang di dalam rumah,” kataku meyakinkannya.

Dan alhamdulillah setelah dilakukan proses pembersihan rumah, dan pemagaran, orang itu dan istrinya perlahan tapi pasti sembuh, dan rumahnya tak angker lagi, dan maksud air wudhu di tengah makam itu ternyata di tengah pemakaman itu ada mushola, untuk para penziarah melakukan sholat lima waktu.

___________________________________________________________

Masih di bulan romadhon, di bulan akhir, aku bermmpi , berjalan di suatu daerah yang tak ku kenal, sampailah aku di sebuah masjid, yang bentuknya panggung, dan lantainya dari kayu, jadi lantai itu berjarak sekitar satu meter dari tanah, aku pun naik ke masjid itu lewat undakan tangga dari plesteran yang sudah setengah rusak, dan banyak yang kelihatan batu batanya, dan di dalam masjid ada banyak orang yang melakukan sholat berjamaah, dan entah kenapa perhatianku tertuju pada dua orang gadis yang juga sedang mengikuti sholat berjama’ah, namun mereka berdua masih memakai mukenanya, aku pun dengan sendirinya melewati ke arah gadis itu, dan dengan sendirinya pakaiannya bersentuhan dengan pakaianku, tiba-tiba salah satu gadis itu terjengkang, dan tertawa terkekeh-kekeh, yang jelas bukan lagi tertawanya gadis itu, tapi tertawanya nenek-nenek tua yang entah jin atau apa, yang ada di tubuh gadis itu, lantas aku pun sigap berusaha mengeluarkan nenek-nenek yang ada di tubuh gadis itu, dan kemudian bisa ku keluarkan.

Tapi lantas sebentar kemudian, mimpiku pindah ke suatu tempat, ku lihat anak kecil, yang diikuti oleh jin kecil pendek, berwarna merah, dengan telinga lancip dan wajah seperti orang kerdil, lantas aku melompat, dan jin itu ku tangkap dan ku cengkeram lehernya, ku angkat ke udara, dia meminta-minta ampun.

“Kau siapa!? ” bentakku.

“Ampuun…, ampuun, namaku baranang, ampuun, lepaskan aku…”

“Kau ini darimana?”

“Aku ini baranang, makanya warnaku merah, seperti bara, aku dari Bogor, dikirim orang… ampun lepaskan aku, aku dulu tingal di daerah Bogor, nama terminal itu diambil dari namaku, karena aku sering keluar di siang hari…” jelas jin yang lehernya masih ku genggam. Ah tak tau bener apa tidak penjelasannya. Jawaban mimpiku itu kemudian baru ku ketahui setelah hari raya.

  1. 10 November 2012 pukul 4:06 am

    ngeri mas…🙂

  2. ahmad saiin
    15 Desember 2012 pukul 5:21 am

    asalamualaikum hamba ALLAH yang dimuliakan’semoga rahmat ALLAH selalu menyertai anda.salam kenal(Ahmad saiin)

    • irwan ahadi
      24 Desember 2012 pukul 9:30 am

      subhanallah ….kuasa allah lebih dari segalanya, kalau allah mengijinkan saya ingin berkenalan atau bertemu langsung dg sampean mas,
      (irwan ahadi )

  3. Edi purwanto
    2 Februari 2013 pukul 12:11 pm

    assalamu’alaikum perkenankan saya untuk mengikuti jejak mas kyai terimakasih wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

  4. Fachrulrachman
    7 Maret 2013 pukul 10:33 am

    Assalamualaikum
    mas boleh gak aku jadi murid sampean

  5. Fachrulrachman
    7 Maret 2013 pukul 10:34 am

    Assalamualaikum
    mas boleh gak aku jadi murid sampean.

  6. agus sobirin
    10 April 2013 pukul 3:00 am

    pak kyai,+ anak + rezeky

  7. agus sobirin
    10 April 2013 pukul 4:34 am

    Ass Pak Kyai,sy mw tanya pengalaman sy ini mnurut Pak Kyai gmn sy ga tahu sy msk aliran apa sy”,kan byk kata orang belajar tanpa guru sesat!?”.
    kira2 th.1996/97 sy itu ga sengaja tdr jam 8nan hbs sholat isya,jam 3 bangun trus sy pergi ke masjid mau tahjjud.(jarak masjid dr rmh 200m).rasa tkt ada jin/syetan ada,sy wudlu trus sholat dkt mimbar,wkt itu masjid sepi,gelap krn lampu di matikan & sy sendirian,bulu kuduk merinding,pokoknya takut dah….trus sy lakukan smpai sminggu kurang-lbhnya!stelah itu hati mnjdi tenang,ga grusa-grusu,ga peduli sm dunia pokonya maunya ibadah trus,kbtulan sy wkt itu msh pengangguran jd ga punya uang.pd suatu ketika hbs sholat ashar sy duduk di pelataran masjid,angin bertiup sejuk,di samping pelataran masjid ada pohon pisang yg goyang2 terkena angin…seketika itu jg sy menangis…dan menangisnya mkn menjdi2 mngingat angin Allah SWT yg menciptakan dll…pokonya pengin dkt sm Allah SWT.mlmnya sy tahajjud tak pernah tinggal,tidur hbs sholat isya trus jam 3 bangun trus ke masjid tahjjud bgt trus berulang2!pd suatu hari abis sholat ashar sy ngaji alquran di dlm masjid dekat kaca,sy rasa bacaan alquran sy enteng,dan seakan2 lidah ini sdh faseh sprti alquran itu buku yg tipis kalo mau sy hafal bisa hanya dlm wkt 3 jam,tiba2 kaca masjid tmpat sy duduk mengaji sprt bergetar…darrr…sprt ada orang yg memukul,wkt itu sy kaget pikiran sy mungkin ada burung yg nabrak”.Lagi…pd suatu sore bis ashar kira2 jam 5an masjid sepi,sy wkt itu di rmh mau ke masjid tau kok kynya hati ini mau ke masjid mulu”.pas sy mau masuk masjid sy bingung ngeliat ada anjing di dlm masjid,trus sy usir biar keluar dr dlm masjid.Mlmnya selesai sy hbs magrib sy ga pulang ke rmh sy niat mau nungguin sholat isya smbil ngaji,ngaji sdh bebrp ayat sy lihat jam kok kynya lama bgt kaya 1 tahun sprtinya wkt pd saat itu diem jam itu sprtinya ga bergerk.kejadian lain byk sy sprt di sayang sm smua orang,di rmh di suruh makn mulu tp sy ga kuat makan byk paling br 2 atau 3 sendok sdh kenyang!prnah suatu ktk sy lihat ada orang makan somay di dpn masjid sy ngebatin sm Allah sy ga punya duit buat beli somay trus minta duit sm Allah tau2 brp mnt kmudian orang2 pd ngasih duit ke sy,ada pak RT,pak soleh,om siregar,langsung sy doa sm Allah stop ya Allah…duitnya sdh cukup buat beli somay alhamdulillah maksih ya Allah total duit sy di ksh kira-kira 70000!?”.sprtnya sy jg bs membaca firasat hati seseorang pdhal sy ga belajar amalan apa2 cm tahajjud.Pd suatu mlm ktk sy sedang tahjjud pintu masjid yg sdh tutup sprt ada yg mebuka…krekkk…sy kaget tp trus lanjutkan tahajjud saya.bgtulah kira2 pengalaman sy: prtanyaan tambahan! yg sy alami itu namanya apa ya,sy kagak tau!?trma ksh wasslam.

  8. Nur Ali
    10 April 2013 pukul 10:37 am

    Assalamualaikum…
    Ceritanya dahsyat dan berkesan Mas. Wirid pondasi pelan pelan mulai kulo lakoni mas tolong kasih amalan lagi plus saran2 doa kangge kulo. (via email: alifekon@gmail.com) dari banjarmasin.

  9. 15 April 2013 pukul 9:22 am

    yg ingin komunikasi silahkan lewat FB saya Majlis Bligo

  10. 8 Agustus 2013 pukul 9:03 pm

    Pak kyai,

    Bolehkan saya curhat, karena saya belum siap dan malu kalau harus ketemu pak kyai, boleh curhat by email pak kalau berkenan, email saya ( pramono_inside@yahoo.com ), selain saya kalau di perkenankan di beri sedikit bimbingan, karena kalau belajar ilmu tanpa guru itu berbahaya

    • Erwin
      9 Agustus 2013 pukul 2:22 am

      silahkan add FB beliau : Majlis Bligo

  11. 15 Desember 2014 pukul 12:41 am

    Minta no tlp nya pak ustad

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s