Beranda > sang kyai > Sang Kyai 77

Sang Kyai 77

Lanjutan dari beberapa kisah murid TQNS.

[Mohammad Arifin]

………. tadi pagi sekitar jam 09.30 WIB saya merasa ada yang aneh pada diri saya sendiri, sebenarnya beberapa hari sebelumnya sudah terasa sich, cuma puncaknya tadi pagi terasa pusingnya, gak konsen lagi, pikiran berkecamuk, macam-macam yang dipikirkan, tadi malam aja pak herman sms saya, saya jawab mohon maaf pak saya sekarang lagi gak konsen, lagi gak fokus, buka fb sebentar lalu bawa tidur aja, untungnya udah sholat isya’,

lanjut ke cerita yang pagi..

setelah sholat dhuha saya langsung baca dzikir pondasi, ketika dzikir berlangsung sudah sangat terasa ada yang aneh karena lebih banyak gak konsentrasinya badan pegel-pegel, ngantuk juga, ingat status kiai tadi malam, bahwa kita harus hati-hati kalau manggil khodam dan harus punya kode agar yang datang diketahui khodam asli apa gak, langsung aja aku bicara, seakan-akan saya bicara sama khodam, sambil lalu tangan ambil photo kiai di tas, langsung aja saya lihat photo kiai, sekitar 2-3 menit kemudian mata saya terasa panas dan perih sampai mengeluarkan air mata, mungkin jinnya kaget karena gak disangka-sangka akan seperti itu… hehee, TQNS dilawan..!!!!

Alhamdulillah, setelah itu badan terasa enteng dan gak ngantuk lagi, langsung segera beraktifitas lagi karena didedline waktu besok harus sudah selesai…

[Ahmad Sadli]

Usai magrib… saya dipanggil ke rumah tetangga yang kena penyakit struk, kenapa manggil saya, karena tau saya suka pergi ke Jawa (ke Pekalongan), saya ke rumahnya kondisinya yang sakit cukup parah susah jalan dan menggerakkan tubuh, setelah basa basi dia cerita kalau sakit mendadak sudah satu bulan tiba-tiba tubuh membeku… Gak pake lama, saya konsentrasi panggil khodam, tanya khodam kenapa? ada jin, terus gimana? Minumin air dzikir dulu (saya kasih minum air dzikir) dan mulai… sreet tarik jin dalam tubuh, berulang-ulang karena banyak jinnya.. terus saya bilang ke pasien.. gerakan sekarang, “Alhamdullilah mah bisa bergerak..” Teriaknya kegirangan sambil menatap istrinya. Sangking girangnya dia bergerak-gerak terus… anak-anaknya pada girang, saya pun senang bisa melihat kegembiraan keluarga tersebut.

Istrinya cerita udah ke dokter, ke tukang urut, bahkan ke orang pinter. Dia juga heran kenapa saya bisa.. saya bilang saya ikut toreqoh, saya tidak bisa, semua karena Allah dan Guru saya.

Tetangga yang lain datang heran dan kagum… wah, saya jadi isin (mereka kan tau saya wartawan tidak punya ilmu apa-apa). Ya udah saya suruh mandi karena sudah bisa bergerak dia mau mandi air dzikiran, dan sisa air dzikiran saya suruh pel seluruh rumah (itu pesan kyai heheheh) beres.. Alhamdullilah, Terimkasih ya Allah, Guru Kyai Cilik, Guru Kyai Nur, banyak cerita namun intinya sama.. bukan untuk pamer, sebagai motifasi sedulur, lanjuttttttt..

[Sulaiman]

……. 4 hari setelah gunung kelud meletus dan hujan abu kemana-mana turun hujan deras banget dibarengi kilat petir menggelegar. sampai temanku takut mendengarnya.

Tiba-tiba aku ingat pengalaman dulur kita cara menjauhkan suara petir. langsung aja konsen lafad Allah dan baca doa dengan karomahnya kyai Nur dan kyai Cilik minta suara petir dijauhkn dari tempatku.. subhanallah langsung suara petir menjauh bahkan hilang sama sekali.

masih dalam waktu dan tempat yang sama.

hujan masih turun dengan deras tanpa suara petir lagi. saat itu aku masih dalam lapak dagangan, dalam hati berkata jika masih hujan aku gak bisa pulang nih. langsung aja aku berdoa minta hujan dihentikan sementara sampai aku nyampai rumah, alhamdulillah hujan perlahan-lahan berhenti hanya tinggal kepyur-kepyurnya aja.

trima kasih kyai yang telah membimbing saya yang masih belum mampu mengalahkan nafsu-nafsu dalam diri ini.. semoga aja aku masih dalam naungan bendera TQNS sampai akhir hayat.. aamiin

[Ed DriEs DRies]

…….. kemarin 2 hari yang lalu saat berangkat kerja sambil ngobrol sama mas khodam di jalan ada operasi (tilang) banyak pengendara yang diberhentikan ditanyai surat-surat kelengkapannya dan bagi yang tidak menyalakan lampu motor juga tidak luput dari aksi para pak polisi.. nah saat itu lampu motor saya memang ga nyala udah diganti tetep aja mati mungkin konslet.. sempat panik juga (pasti kena tilang).. ee lha kok mas khodam bilang tutupi ga kelihatan dari polisi spontan saya juga berucap begitu dan kecepatan motor saya perlambat radius 5 meter 2 meter 1 meter persis berhadapan dengan pak polisi tapi kok pak polisi tetap tenang aja masih sibuk memberhentikan pengendara lain.

seperti ga melihat saya.. tanpa pikir lagi saya jalan, juga pak polisi ga mengindahkan saya.. langsung aja wushh… motor saya pacu lebih kencang ga ada reaksi.. alkhamdulillah.. mas khodam bilang ga kelihatan kan.. siangnya waktu sholat dhuhur di masjid ada jamaah namanya pak Agus dia sakit kepala batuk dan sesak nafas sudah lama saya ajak ngobrol dia.. dan mas khodam bilang diobati aja.. konsentrasi untuk mengambil penyakitnya.. dan.. alkhamdulillah sak det sak nyet sakit kepala hilang dan sesak nafasnya juga berkurang dan sembuh..

nah selang 1 hari waktu pulang kerjapun begitu ada tilangan lagi tetep seperti kemarin polisi-polisi alkhamdulillah ga mengindahkan saya alias dicuekin..

[Zakaria Anshori]

…………. Disini kami adalah yang mualaf yang baru minta amaliyah dzikir pondasi. Walaupun saya belum mengamalkannya baru membaca amalan pondasi..

Alhamdillah asar dari semua sangat terasa.. Kalau sebelumnya saya sebagai pedagang di pasar yang setiap hari tidak lepas dari maksiyatul’ain yang semua itu menjadikan aku semakin menikmatinya dengan pandangan nafsu jika melihat apa yang ada di depan mata mulai dari melihat gadis-gadis yang bercelana ketat ngampret sampe tiada bedanya antara pake celana dan tidak atau rok mini yang amat menggelitik birahi… Walau aku malu malu meliriknya..

Namun setelah kami baru membaca dikir pondasi belum sempat mengamalkannya semua berubah… Yang tadinya selalu memandang wanita dengan birahi nafsu menjadi hambar semuanya. Jika aku tergoda untuk melihatnya aku merasa malu pada kyai seakan-akan kyai melihatku.

Puji sukur kepada Alloh yang telah menunjukkan untuk mengenal kyai dan membimbingku kelak dunia aqirat menjadikan aku untuk berahqlaqul karimah. aamiin.

  1. ruskanda
    28 Februari 2014 pukul 3:07 am

    ASS pak kyai saya pingin mengikuti jikir yang pak kyai pinpin gimana caranya

  2. Rido Rasmodjo
    28 Februari 2014 pukul 11:00 am

    Pengalaman pada tulisan no 76 dan 77 sangat memberikan inspirasi bagi saya tentang kuasa doa. Moga pembaca lain juga demikian. Moga rakhmat dan lindungan Allah senantiasa bersama kita semua sehingga kita dikuatkan dan bisa melihat hal yang harus dilakukan. Amien.

  3. rudi
    1 Maret 2014 pukul 9:42 am

    kyai fbnya kug dinonaktifkan? kalo mau menghubungi kyai kemana?

    • Erwin
      1 Maret 2014 pukul 7:38 pm

      fb yang sekarang: Ruhul Mustofa Alhusaini

  4. najib
    13 Maret 2014 pukul 2:32 am

    mantaaappp…..

  5. Achmad Syaifuddin
    14 Maret 2014 pukul 8:05 pm

    aku tinggal di semarang,setelah baca kisah SANG KYAI,timbul niat dalam hati menjadi murid kyai nur.tapi tubuh ini sudah penuh dosa,bagaimana caranya agar bisa jadi murid kyai nur dan mendapatkan bimbinganya?

  6. Achmad syaifuddin
    14 Maret 2014 pukul 9:32 pm

    as kum..gimana caranya agar bisa jadi muridnya kyai?

  7. agusrahmat
    13 September 2015 pukul 2:58 pm

    kyai. …sy menyimak…byk pencerahan2 yg berguna bagi sy pribadi

  8. ekowasito
    2 Desember 2015 pukul 10:26 pm

    Pak Kyai….mohon didoakan untuk kesembuhan ibu saya anastasia wagiyah yang saat ini sakit stroke.Terima kasih.Salam

  9. 4 Maret 2016 pukul 12:41 pm

    kiyai cerita2 dari sampai 77 membuat saya ingin jadi muridmu ,bagaimana,kemana sy harus menemui kiyai ?

  10. 4 Maret 2016 pukul 12:43 pm

    kiyai sy ingin ketemu kiyai kemana saya menuju

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s