Beranda > sang kyai > Sang Kyai 81

Sang Kyai 81

Lanjutan kisah murid TQNS

[Agus Supriadi]

Orang itu kadang seringnya kalo gak mentooookk sekali, alias masih dalam “comfort zone” biasanya kalo diweruhi amaliyah yang baik, masih gampang mengelak, karna yang menjadi moto hidupnya adalah “belanda masih jauh”. ya sama seperti aku ini.

Tulisan ini dilatarbelakangi kejadian karena suasana hati yang mentok itu.

Sebenare aku bingung, kepikiran siang malam, lagi kerja inget, lagi naik motor inget, bahkan anehnya habis makan yang keingetan itu-itu juga. Masalah e begini, aku khan dah sering inbox dengan Kyai, biasanya minta Ijazahan untuk amaliyah yang ada di file grup. Alhamdulillah semua diberi oleh beliau. Aamiin. Fokus masalah e disini. Lha itu amaliyah khan banyak. (hihi maaf kyai). Trus aku harus ngedawamin yang mana.

Kuperhatiin, dari semua itu yang jadi pondasinya yang mana ya, awal .keharusan, menjalani amaliyah yang pas khususnya buat mengatasi permasalahan hidup ku sendiri. 3 bulan merenung.

Akhirnya ku ambil keputusan, bahwa yang pas buat aku dawamin adalah MANDI TAUBAT. Karna ianya adalah permintaan kepada Gusti ALLAH s.w.t agar diampuni segala dosa dan kesalahan yang kubuat. Biar badan bersih, batin pun bercahaya. Menjadi landasan buat amaliyah yang lainnya. Aamiin ya Allah.

Biasanya kalo gak mentok kadang aku takut harus bangun malam, takut ama yang itu tuh, pa lagi kupernah bangun tengah malam karna “sesuatu” hehe. Pas keluar kamar tidur aku mendengar suara cicek di kamar mandi, suaranya mirip si Mbak yang lagi ketawa. Waduh balik langkah masuk kamar tidur lagi. Sampai adzan subuh baru berani keluar.

“Sampai kapaaaan begini terus, emange si Mbak mau tanggungjawab di akherat nanti tentang dosa ne peyan?”, bisik yang ada di hatiku. Oo iya ya. (sadar).

Alarm hp ku setel jam 2. Mandi, baca niat mandi taubat, sholat 2 rakaat, tawasul, wiridan. Yang kurasakan itu pas ngewirid Asma Ya Nuur, seperti ada “sekelompok” yang datang dari arah depan, mereka membawa An Nuur.

Hati ku berasa terang benderang, sangat lapang, tak terasa hati ini seperti sesak, halah koq jadi nangis begini, air mata keluar juga walaupun sedikit. Subhanallah.

2 hari kemudian aku mimpi ada di rumah bersama kedua ortu aku, lagi asik ngobrol tiba-tiba rumahku kebakaran, kamarku, langit-langit rumah, api begitu cepat menjalar, aku sangat ketakutan, mana tetangga gak ada yang datang buat madamin api itu. Dalam kepanikan aku serabutan ambil air, yang dapat ide dari mana, air itu kucampur dengan pembersih lantai. Ajaibnya setiap aku menyiram api dengan air campuran itu, api langsung padam.

Ada yang bilang, mimpi itu adalah bunga tidur. Tapi aku tak pernah menganggap begitu, lha wong aku tidur koq, bukan nanam bunga. hehe. Aku mengartikan begini, mimpi itu berarti bahwa kehidupan aku itu sama dengan rumah yang sudah terbakar itu, kotor semuanya, dan karna aku mengerjakan amaliyah Mandi Taubat maka kiranya Allah menunjukkan bahwa amalan ku itu ada manfaatnya, lama kelamaan kehidupan ku yang “terbakar api” itu bisa menjadi baik. Aamiin ya Allah.

2 hari kemudian mimpi lagi. Ini hanya mimpi ya, jangan dimasukin ati. Aku bertarung dengan sosok siluman perempuan, sosok siluman itu jika dia menyeringai akan keliatan kalo di bawah gigi atasnya menggantung kepala tengkorak. Katanya dia itu gak senang sama aku, nantangin. Ya sudah maunya apa, kataku. Pertarungan pun terjadi. Yang intinya aku terdesak. Tiba-tiba datang Kyai aku, beliau bilang, “Kamu belum bisa lawan siluman itu.” Dengan mengeluarkan sedikit gerakan akhirnya siluman itupun kabur.

Selesai pertarungan itu, aku duduk kongkow di luar, aku iseng ngeliat kearah langit, Masya Allah aku melihat dengan jelas di sana ada tulisan lafadz Muhammad SAW dalam tulisan arab, warnanya kuning emas.

Sebuah keberkahan dari Allah ditampakkan tulisan itu, walau hanya dalam mimpi. Setelah mimpi itu, aku ngerasain kalo ngedenger khatib ngucap nama Nabi SAW tiba-tiba dada sesak dan gak lama air mata ngalir keluar. Seperti saat Kutbah Idul Adha kemarin, ya jadinya mata aku basah dengan air mata.

Baiknya aku ini jadi orang bodoh saja, artinya dalam menjalankan amaliyah, ya jalankan saja, konsisten dalam waktunya, setiap hari. Gak perlu mikirin nanti mau dapet apa ato jadi apa. Semua yang didapat semata-mata adalah anugerah dari Allah. Yang jadi fokus adalah, ya jalanin saja.

Anugerah Allah diberikan bukan karna aku tlah ngejalani ini-itu. Allah tidak terikat dengan amaliyah ku. Sebab Dia Maha Berkehendak. Aku hanya ngejalani, dan kebaikan yang sampai padaku, kurasakan sebabnya tidak lain adalah karna keberkahan dari guru aku. Tanpa wasilah beliau aku takkan menjadi apa-apa.

Shollallahu ‘Ala Muhammad Wa ‘Ala Ali Muhammad.

[Rusdi Belma‎]

“Mau kemana Mbak?” tanyaku kepada tetangga depan rumah di pagi hari kira-kira 2 minggu lalu.

“Mau kerumah sakit mas.”

“Siapa yang sakit mbak?”

“Suami saya mas, semalam ke rumah sakit kata dokternya harus diopname.”

“Oo… Tunggu sebentar ya mbak, saya mau nitip sesuatu.” kulangkahkan kakiku ke dalam rumah menuju dapur. Kubuka lemari tempatku menyimpan air dzikiran. Ku lihat masih ada 4 botol. Semuanya seperti mengembun. Mungkin menguap karena panasnya suhu di Cikarang yang bisa mencapai 34-35 derajat celcius kalau di siang hari jam 11-1. Tak bisa ku ingat lagi air dzikiran waktu kapan yang kubawa dari majelis. Yang pasti kalau di majelis saya selalu memesan air sama anaknya si mbah (mas Yulianto Akbar) yang mengurusi air minimal 4 botol maksimal 8 botol. Pernah juga diledek oleh Yai mau jadi agen air dzikir kata beliau sambil ketawa karena melihat saya kerepotan mengangkat tas yang isinya baju + 8 botol air mineral 1,5 liter.

“Ini mbak hanya air mineral biasa yang bisa saya titipkan buat suami mbak. Suruh diminum dan dihabiskan ya mbak.”

“Terima kasih ya mas.”

Tak lama kemudian kudengar dia berangkat naik motor bersama adiknya ke rumah sakit. Aku kembali beraktifitas seperti biasanya. Karena sibuk + rasa malas aku tidak bisa menjenguk tetangga ku di rumah sakit. Walau pun aku tahu pahala yang disediakan oleh Allah menjenguk orang sakit lebih besar dari pahala haji sunat yang mabrur. Sampai beberapa hari kemudian istriku minta izin untuk ke rumah sakit bersama ibu tetangga yang sakit. Ku izinkan berangkat setelah sholat isya berjamaah di rumah.

Sekitar jam 9 malam sambil tiduran saya meluruskan kaki yang terasa pegal karena bersila, istri tercinta pun pulang lantas bercerita.

“Pa, tetangga depan kita menderita sakit batu ginjal dan kencing batu, kencingnya sudah bercampur darah. Sehingga harus dioperasi dan harus menyiapkan dana 22 juta rupiah. Photo scan pinggangnya diperlihatkan ke saya ada batu di ginjalnya. Tiap hari disuntik lebih dari 10x yang membuat badannya tambah sakit. Sampai hari H untuk operasi dan pada hari itu juga air dzikir yang papa berikan habis, dia sudah disuntik bius kemudian team dokter menscan lagi. Kok anehnya batu yang mau dihancurkan hilang. Team dokter keheranan dan menyatakan operasinya dibatalkan. Photo scan ginjalnya yang sudah hilang batunya saya lihat dan saya bandingkan dengan photo yang masih ada batunya.”

“Sudah jangan heran begitu… Semuanya atas kehendak dan izin Allah. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, ingatlah Allah maha kuasa atas segala sesuatu. Tapi lumayan lah air mineral yang saya berikan senilai 22 juta. Kalau duit sebanyak itu saya kasih ke dia 3 bulan kamu manyun dan gak ngasih jatah, ha..ha..ha..ha..ha.. “

[Sugiyono Bin Walmin‎‎]

Pengalaman saya ini +- setahun yang lalu senin dini hari setelah dzikir malam minggu kliwon. Setelah sholat isyak berjamaah di majlis saya pamit pulang dengan guru tapi belum juga siap-siap hujan turun sangat deras, karena bawa motor saya pun menunggu hujan reda sambil ngobrol dengan dulur-dulur yang saat itu masih berada di majlis dan pak Herman bilang… tunggu aja dulu ni hujan jam 1 ntar terang, saya bilang kalau sampai jam 2 gak terang juga saya tetap pulang karena besuk pagi saya masuk kerja, benar apa yang pak Herman bilang kira-kira jam 01:30 hujan pun reda, saya langsung pamit pulang, o iya sebelum saya berangkat pulang pak Herman bilang… jangan lupa berdo’a mohon dilindungi dan agar gak jehujanan di jalan, baca Allohhu dengan tangan di atas kepala dari depan dibuang ke belakang sebagai isyarat supaya terlewatkan dari hujan, di tengah perjalanan tepatnya di jalan keluar kota batang hujanpun turun dengan sangat derasnya tapi aneh… Hujan sederas itu namun tak basah sedikitpun baju saya, hanya celana yang bawah dan sepatu yang basah karena cipratan air dari roda depan, saya sangat penasaran… masa hujan sederas ini baju gak basah…. di bawah lampu penerangan jalan saya berhenti dan ternyata benar-benar gak basah, saya lanjutkan perjalanan tapi belum ada 5 menit seluruh badan sudah basah kuyup dan berhenti lagi untuk memakai jas hujan, walaupun pakai jas hujan tetap aja kedinginan bahkan sampai menggigil karena sangat dinginnya lawong seluruh tubuh dah terlanjur basah semua, perjalananpun lanjut hingga sampai rumah sambil terus mikir juga nyesel “bodohnya akuuuuuuuu dah tau gak basah kenapa gak yakin……… kenapa juga tadi pake berhenti akhirnya jadi basah ky gini.”

Begitulah pengalaman saya dulu sepulang dari majlis, kesannya… tidak semua apa yang kita alami bisa diterima logika, kalau Alloh berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin walaupun itu sesuatu yang mustahil buat kita.

[Sigit Agung Pribadi‎]

Sore itu teman satu kantor saya mengeluhkan tentang kamera digitalnya yang hilang dimana ada foto-foto penting dia simpan di situ dan meminta tolong kepada saya. Saya jawab saja bahwa saya tidak tahu karena memang saya tidak tahu. Tapi teman saya terus mendesak saya.

“Jangan pura-pura mas, tolongin saya dong.” rengeknya dengan nada manjanya karena teman saya ini kebetulan cewe, hehe..

Kamera digital teman saya ini ternyata sudah hilang sejak sekitar 4 harian. Pada saat selesai sholat ashar teman saya ini dzikir. Karena kebetulan dia rajin dzikir juga. Tapi bukan murid toreqoh kyai Nur. Pada saat dzikir katanya dia mendapat bisikan, suruh tanya saya. Katanya saya bisa menolong.

“Saya ga pura-pura, tapi saya memang tidak tahu. Salah kali tuh yang bisikin.” kata saya sambil bercanda. “Kok bisa hilang begitu gimana ceritanya?”

Dia lantas menceritakan kronologi kejadian tersebut dimana saat itu kameranya baru ia bawa ke Bogor dan setelah pulang ke Bandung, ia baru sadar pada hari berikutnya bahwa kameranya sudah tidak ada. Ia sudah cari di seluruh kamar kostnya (menurut pengakuannya). Tapi tidak ada di situ.

“Oh, ya sudah kalau begitu coba nanti malam ya. Kalau memang masih miliknya pasti akan kembali. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Alloh. Tapi kalau memang Alloh berkehendak hilang ya harus ikhlasikhlas.” kata saya.

Malamnya setelah pulang kerja, saya melanjutkan rutinitas seperti biasa. Sholat isya, dzikir pondasi, niat puasa, tawasul puasa dan doa rofitoh. Selesai membaca doa rofitoh saya berdoa meminta kepada Alloh ditunjukkan di mana kamera teman saya berada. Tidak lupa juga saya kontak dulu mas bro khodam. Awalnya tidak ada gambaran sama sekali di mana kamera teman saya ini. Kemudian ada bisikan di hati bahwa ini kamera tertinggal dan sudah jauh. Oh ya sudah, mungkin Alloh punya rencana lain, pikir saya.

Saya pun melanjutkan mencicil dzikir puasa. Di tengah-tengah dzikir ada bisikan,

“Ambil aja kameranya dari sini.”

“Ah, apa bisa?” jawabku.

“Sudah, ambil saja, tidak ada yang tidak mungkin kalau Alloh berkehendak. Toh tidak ada salahnya mencoba kan? Berhasil dan tidak itu urusan Alloh.” Ucapnya sambil menasehatiku.

“Oh ya sudah. Mari kita coba.”

Saya pun konsentrasi penuh lafadz Alloh di dada. Tangan kanan taruh di pundak kanan kemudian sambil membayangkan kamera tersebut saya ambil dan ditaruh di lemari teman saya.

“Nah, beres kan.” “Sudah tidak usah dipikirkan hasilnya, itu terserah Alloh saja.” tuturnya lagi.

Esoknya, di kantor saya tanya teman saya.

“Di kamar kost kamu ada lemari ga?”

“Ada dua.” jawabnya.

“Oh, sudah dicari di lemari belum kameranya?”

“Ah ga mungkin kameraku di situ. Lemari itu jarang aku buka.” tuturnya.

“Oh ya sudah.” Aku pun tak berpikiran macam-macam. Belajar berperasangka baik kepada Alloh dan berusaha mengambil pelajaran terbaiknya saja.

Selang sekitar dua hari kemudian, di kantor, teman saya dengan santainya memegang kamera digitalnya dan bertanya kepada saya.

“Tau ga ini ketemunya di mana?” tanyanya.

“Dimana?” kataku penasaran.

“Ada di lemari.” ucapnya.

“Wah, masa sih?” Kataku masih penasaran. Dan subhanalloh, hatiku berbisik Subhanalloh, tak ada yang tak mungkin bagiMu ya Alloh.

“Padahal saya ga merasa menaruh kamera di situ. Saya tanya sama orang-orang yang sering ke kamar juga pada ga ngaku naruh kamera di situ.” ucap teman saya.

“Oh, ya Alhamdulillah.” jawabku..

Subhanalloh. Saya tidak tahu apakah kamera teman saya itu sebelumnya berada di lemari itu, ataukah memang di tempat lain dan kemudian berpindah ke lemari itu atas izin Alloh. Saya tidak tahu. Yang saya tahu bahwa tak ada yang tak mungkin bagi Alloh.

[Heri Susanto]

Saya ingin berbagi cerita pengalaman saya amaliyah dzikir TQNS. Saya belum puasa dasar yang 21 hari. Kemarin di rumah boss saya bikin kue nastar. Saya disuruh ibu istri boss saya kebagian tugas manggang kue. Saya biasanya bawa mobil nyupiri ibu. Nah pas kue nastar sudah mulai dipanggang dan dah mateng 1 loyang, pas manggang kue yang ke 2, waktu saya keluarin kuenya dari dalam oven saya kurang hati-hati telapak tangan kanan saya nyentuh pinggiran loyang kue yang panasnya aja nyampe 170 celcius. Ya jelas pasti melonyo, sakit baanget panas rasanya. Saya siram tangan saya pakai air yang mengalir biar berkurang sakitnya dan engga melepuh. Tetap aja engga ada perubahannnya. Wah melonyo melepuh tangan saya ini pastinya. Tapi saya teringat tausiyah kyai untuk cerdik dan pandai dalam menghadapi situasi apapun untuk menggunakan dzikiran TQNS. Akhirnya saya mencobanya. Saya tunjuk dengan jari telunjuk kiri di telapak kanan saya yang sakit, saya trus tahan napas baca bismillah dan lafad ALLOH sambil berdoa memohon kepada ALLOH meminta pertolongan agar diberi kesembuhan melalui karomah kyai, sembuh hilang tidak berbekas. Alhmadulillah ALLOH memberi izin dan saya sembuh sakitnya hilang tidak berbekas. Jujur aja tadinya saya sempet ragu saya kan belum puasa baru amaliyah dzikir TQNS apa iya bisa. Jadi murid kyai guru saya murid tingkatannya paling rendah. Tapi saya hilangkan keraguan saya yang penting dicoba memohon, masalah dikabulkan sama ALLOH urusan belakangan yang penting kita haqqul yakin. Terimakasih kyai guru atas bimbingannya dan tausiyah kyai guru. Banyak pelajaran yang murid dapat dan petik.

[Kang’s Elan Suherlan‎]

Setelah pulang dari Majlis, banyak sesuatu yang saya lakukan diantaranya pada saat di mobil pas pulang kebetulan saya pulang berbarengan sama Kang Yuli dari Balaraja, awalnya liat kang Yuli minum di mobil karena dia belum mulai pusai 41, saya iseng, saya bilang minuman itu pahit, ee.. Ternyata menurut kang Yuli memang pahit minuman itu, saya tak merasakan karena sedang puasa, lalu kata kang Yuli coba ganti rasanya sama Pocarisweet aja kang, lalu saya coba tapi saya kurang yakin karena saya tak merasakan, maka saya bilang sama kang Yuli kalau sekarang saya pingin merasakannya gimana? Akhirnya setuju. Lalu pada saat kang Yuli minumnya tidak minum karena puasa eee….. yang Kang yuli minum kok terasa di tenggorokan saya, aduh… aduhhh apalagi ini, yang berikutnya kang Yuli merasa laparrr… di mobil ga ada jualan nasi apalagi nasi padang, hehehe….. Tak adooo. Tapi sexali lagi terjadi, Kang Yuli mesen nasi padang dan lauknya ikan lele goreng kepada saya, ya… saya coba lagi sesuai dengan pesanan sambil harap-harap cemas, maka saya kirim nasi padang + lele goreng kepada Kang Yuli, lagi-lagi kang Yuli merasa kenyang dan mulutnya seperti orang yang habis makan, dia bilang enak kang, lha… kang Yuli yang enak wong saya lagi puasa… tetep aja laperr mana di mobil panas, waktu itu jam menunjukan pukul 2 siang, mejehna panas pisannnnn…. Huhhhhhhh. Di mobil itu bosan dari lamanya perjalanan, maka saya ingat lagi sama kejadian tadi, wah.. wah.. bagaimana kalau saya coba lagi, dan ini atas persetujuan kang Yuli juga, coba kita kerjain kernet yang lagi ngerokok yuk…. kata kang Yuli coba aja siapa tau bisa lagi, akhirnya saya coba tuh kepada kernet yang lagi ngerokok enak tenannnn sambil sandaran di kursi depan sambil ngerokokk weuhhhhh….. mantap, maka saya coba bahwa rokok pak kernet itu pahit seribu kali rasa buah pari (paria) maka saya perhatikan dari pertama rokok dibakar, dan saya pastikan bagi yang merokok itu satu hisapan itu sangat berharga dan sayang untuk dilewati begitu saja kata sang perokok (karena saya tidak merokok, karena merokok dapat merusak dan mengobrak-abrik isi kantong, hee….) lanjut ceritanya E..e..e saya pastikan kernet itu baru merokok seperempatnya dari batangan rokok itu, apa yang terjadi pemirsa…….. rokok yang masih panjang dia lemparrrr…. keluar dari mobil, dengan alasan saya gak tau karena saya tidak merokok, dan saya tidak tanya sama kernet itu apa alasannya rokok yang masih panjang kok dibuang begitu saja kan dapat beli pake uang…… yang pasti ada alasannya. Kira-kira alasannya apa yah, ada yang tahu nggak yah?

 [Arifin Ramadhan‎]

Kisah berawal dari keinginan kami untuk melaksanakan dzikir rizki berjamaah di kediaman saudara mustofa… dari perencanaan jam 21:00 dzikir dimulai akhirnya pada jam 22:30 jamaah baru kumpul.. yang hadir 5 orang (Mustofa, Arifin, Fahmi, Habibi, dan Rohmat)

Ketika hendak memulai dzikir, Mustofa memberi tahu bahwa ada salah seorang teman kami minta tolong karena istrinya sakit.. musyawarah berlangsung dan akhirnya kami putuskan dzikir ditunda setelah memenuhi undangn tersebut.

Singkat cerita sampailah kami di TKP… karena waktu sudah malam tidak banyak cakap langsung saja kami mulai beraksi… langkah pertama ruqyah kami lakukan kepada pasien… setelah beberapa lama dilakukan ruqyah pasien hanya menangis saja (entah karena takut, risau dengan penyakitnya atau karena hal lainnya) kami tidak begitu menghiraukannya… karena ingin mempersingkat waktu akhirnya kami putuskan dengan mediumisasi, jin yang ada di tubuh pasien pun dimediumisasi ke tubuh saya.. tapi malah masuk ke suami pasien… dialog berlangsung… Ternyata jin tersebut dikirim oleh orang pintar yang merasa dikecewakan karena suami pasien mengundurkan diri diangkat menjadi murid setelah menjalani persiapan-persiapan ritual…. lalu kami islamkan jin dan kawan-kawannya. Berlanjut kami tarik ruh dukun yang mngirim dan kami beri hadiah tambahan umur…

Ketika kami sedang menikmati kopi hitam yang dihidangkan… tiba-tiba pasien keluar kamar karena merasakan sakit dan keram di perutnya… Langkah ruqyah pun kami ambil. Alhasil pasien sampai muntah 2 kantong plastik… Dan tiba-tiba tubuh saya bergetar seperti ada yang memaksa masuk ingin berkomunikasi… Ternyata mahluk tersebut adalah khodam jin titipan buyut yang ada di tubuh pasien… Kemudian kami islamkan dan kami larang tinggal dalam tubuh pasien.. Kami perintahkan jin tersebut tinggal di sekitar rumah kalau ingin melindungi pasien tersebut. Alhmdulillah dengan ijin Allah acara pengobatan selesai, dan kamipun kembali ke rumah mustofa untuk melaksanakan dzikir bersama setelah kami titipkan air dzikiran untuk pel rumah dan mandi keluarganya dan dzikir pondasi untuk mereka jalankan…

  1. 5 Desember 2014 pukul 12:47 am

    assalamu’alaikum wwb,kawan2 seiman selamat menjalankan semua wejangan dr ustaz dg istiqomah lillahi ta’ala semoga ridho Allah swt sll dilimpahkan kpd kt semua amin,sy br bbrp hr ini tdk sengaja membuka laman ini dan sy lgsg mohon pd ustaz unt jd murit beliau,sy sadar betul beliau sgt sibuk shg sy hrs antri unt di layaninya dan sy akan sabar menunggunya insyaAllh,tlg sampaikan salam sy pd beliau jk sempat,dr fachruddin rudy di pekanbaru,syukron katsiron wassalam wwb

  2. 17 Februari 2016 pukul 4:27 am

    I like it whenever people get together and share opinions.
    Great site, stick with it!

  3. rahid mahatkenadi
    6 Maret 2016 pukul 8:09 pm

    Assalamu’alaikum…
    Bismillahirohmannirrokhim…semoga Allah memberikan kemudahan.
    Pertama-tama salam taklim, serta sholawat senantiasa kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw.
    Saya (rahid mahatkenadi bin sutrisno) ingin sekali bersilaturahmi, memohon ijazah dari Kyai Nur. Saya sakit pada kaki & juga tangan, sehingga saya dalam melaksanakan ibadah tidak sempurna bahkan jauh dari sempurna. Dengan memohon ijin dari Allah, semoga Kyai Nur bisa menerima salam serta silaturahmi saya.
    Hanya kepada Allah saya memohon kesehatan jiwa & raga…insyaallah Allah memberikan bantuan melalui Kyai Nur sebagai amalan ibadah juga jalan kesembuhan dr Allah melalui Kyai.
    Hu Allah hu alam…semoga Allah menghendaki & mengabulkan doa &/ keinginan saya ini…amin.
    Wassalam

  4. 14 Maret 2016 pukul 12:21 pm

    Pa kiyai sy ingin jadi muridmi ?!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s