Beranda > sang kyai > Sang Kyai 87

Sang Kyai 87

Kisah murid TQNS

Ahmad Sadli

Assalammualaikum wr.wb.

Salam takdzimku kepada Guru Kyai Cilik dan Kyai Nur selaku pembimbing, semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kesehatan, keselamatan dalam membimbing murid TQNs ini, aamiin.

Tak lupa kepada saudara saudari senior TQNS di manapun berada semoga ridho Allah selalu menyertai kita semua, aamiin.

Cerita ini baru saja terjadi beberapa hari ke belakang, sekedar memotifasi sedulur semua, ini kisah nyata bukan rekayasa…

Siang di kantor redaksi sedang ngetik berita (saya bekerja di salah satu media surat kabar), masuk rekan satu kerjaan ke ruanganku, langsung ngambil rokok magnum biru di atas meja, sebatang dan dinyalakan, pusss asap mengepul tidak beraturan. Kudiamkan terus mengetik, tak lama kemudian,

“Kang…” katanya.

“Iya, ada apa?” tanyaku sambil menghentikan ngetik berita dan menatap wajahnya.

”Ponakan saya masih sekolah SMU kelas XII kenapa ya? Wajah dan seluruh badan melepuh, bersisik seperti ular, kejadiannya sudah 3 bulan dan sudah dibawa ke dokter bahkan orang pinter tetapi tidak sembuh juga, dan sudah seminggu ini tidak masuk sekolah karena malu, tolong kang lihat, mudah mudahan melalui akang bisa sembuh.” katanya seakan curhat tapi meminta tolong (dia tau kalau saya sering ke daerah Jawa dan ikut toreqoh, karena kalau saya ke Jawa pastinya 3 hari gak kerja).

“Wah kasian juga ya… Insya Allah sore kita ke rumah kakakmu, kita lihat ponakan kamu itu.” jawab saya.

Sorenya bersama teman meluncur dengan mobil silver sudah menemani saya selama lima tahun dan sering saya bawa ke Jawa. Di rumah kakaknya teman saya, benar pasien X, yang seharusnya cantik molek di usianya yang belia, ternyata sangat memilukan, tergeletak dengan sekujur tubuh mulai dari wajah bersisik melepuh seperti terbakar dan menghitam sebagian. Ada ayah dan ibunya serta tetangga sekitar yang sedang berkunjung, semua menatap ke saya… haduh grogi juga. Yakin seyakin yakinnya….GPL (Gak Pake Lama), ambil wudhu dulu, lalu ambil foto guru Kyai Nur dalam tas, langsung saya ke pasien disuruh menatap mata foto tersebut. Benar dalam sekian detik langsung reaksi… Mata pasien melotot namun ketakutan…

Konsentrasi lafadz ALLAH dalam dada serta panggil kang Khodam malaikat titipan Kyai Nur. Dingin menyusup seluruh rongga dada (intinya sang khodam sudah masuk atau ada di sekitar kita)

“Asalammualaikum…”

Tidak menjawab malah menggeliat geliat ketakutan. Sekali lagi disapa tetap aja, wah ini kemungkinan jin bukan Islam… Langsung, ‘’Kamu siapa? Dari mana? Kenapa ada di tubuh ini?” berondong saya seakan mengintrogasi seorang tertuduh aja.

Diam dan menatap saya melotot dan menyeringai, sudah wajahnya kebakar dan melepuh bikin takut juga kalau ditatap… wah ngajak perang nich… dengan cepat… saya minta ke Allah dalam hati, “Ya Allah dengan karomah kyai Nur saya minta pedang yang panjang dan panas,” sambil gerakan tangan ke atas seakan mengambil pedang dan diarahkan ke pasien X, “Kamu keluar!!!,’’ ancam saya.

Seketika pasien X yang dirasuki jin dalam tubuhnya menjerit ketakutan, “Ampun… ampun, jangan bunuh saya.”

“Ya silahkan keluar kalau tidak mau saya bunuh!“ ancam saya mulai timbul keberanian.

Minta lagi ke Allah gambaran Neraka Jahanam melalui tangan diperlihatkan ke dia, ”Kalau enggak keluar saya lempar ke sini..” kata saya (seperti yang dicontohkan kyai kalau praktek di majelis).

“Jangan… jangan saya takut,…!!!”

“Kenapa ada di tubuh ini?’’

“Di suruh…”

“Siapa yang nyuruh?”

Dia diam. Penonton mulai tertarik dengan dialog saya dan jin yang ada di tubuh pasien x. Mulai satu mendekat ke arah saya dan seakan ingin tau lebih banyak, tak bergeming menatap pasien X yang terdiam seakan takut mengatakan siapa hingga dia berada di tubuh X.

GPL… Minta lagi ke Allah dengan karomah Kyai Nur.. ruh dukun tersebut saya tarik dan, “Ini yang nyuruh kamu?”

Dia ketakutan sambil menganguk-nganguk. (ah Jin kan suka bohong) “Benar ini dukun yang mengirim kamu?”

“Ia benar…. kenapa bisa?”

“Makanya kamu keluar, jangankan kamu, dukun kamu aja bisa saya tarik seperti ini… dan ilmunya akan saya cabut kembalikan ke Allah.” kata saya semakin tambah percaya diri. Lalu saya minta ke Allah dengan karomah Kyai Nur, agar ilmu dukun tersebut dicabut dan dikembalikan ke atas ke yang memiliki ilmu dan mengembalikan roh dukun tersebut ke asalnya.

“Sekarang kamu mau nurut ke saya, agar bisa masuk ke sini…” Saya minta ke Allah gambaran Surga.. dia tersenyum, “Mau, mau…” katanya.

“Banyak temen-temen kamu di sekitar sini?”

“Banyak sekali sejak kamu ada di sini mereka berdatangan,”

Ya sudah ajak semua kumpul di sini, GPL seperti biasa diajarkan Syahadat, dikasih ilmu sholat, Dzikir dan makanan…. dan berakhir sudah pengobatan, wajah pasien X mulai bersinar dan sadar, dia juga mulai malu karena banyak tetangga di sekitarnya yang menonton…. Penonton masih bingung dan sebagian berbisik dengan yang lain kayak nonton dunia lain…. Karena sebentar lagi maghrib saya permisi untuk kembali ke kantor.

Seminggu kemudian lagi asik meliput acara syukuran kelulusan di sekolah, dan asik mewawancara kepala sekolah tentang kegiatan tersebut, tiba-tiba saya didatangi seorang siswi langsung di hadapan saya dengan senyum seorang gadis… aduhai cantiknya.

“Assalamualaikum..” dia langsung menyalami saya. Saya bengong dan dilihatin temen dan kepala sekolah malu juga, sebelum saya bertanya dia sudah, “Kang, saya yang pernah diobatin sama akang, Alhamdullilah sekarang saya sudah sembuh. Terimaksih banyak saya haturkan.”

Saya baru sadar dan seakan tak percaya seminggu yang lalu wajahnya tidak indah dipandang kini wajah aslinya kembali bersinar…… ”Alhamdullilah ya Allah, dengan ijinMu melalui karomah Guruku, ilmuku bermanfaat…” batinku bergumam.

Mochamad Jarwanto

Assalammualaikum wr. wb.

Sholawat dan Salam selalu teriring dari Allah kepada junjungan dan suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW serta semoga Barokah dan Keselamatan selalu dilimpahkan kepada guru-guru TQNS wabil khusus Kyai Cilik dan Kyai Nur fiddunya wal akhiroh.

Barokah Dzikir Berjamaah.

Sebagaimana dulur-dulur ketahui pekerjaan saya adalah bersinggungan dengan pendidikan anak-anak seusia tingkatan SMA/SMK, juga mengikuti anjuran Kyai Nur dan Kyai Cilik agar kita selalu memperbaiki dan bermanfaat bagi sekitar kita baik alam maupun mahluk hidupnya.

Cerita ini merupakan sisi lain dari ibadah, istiqomah, mujahadah, barokah dan karomah ketika saya berketetapan hati mengikuti jejak mursyid TQNS Kyai Cilik dan Kyai Nur sebagai muridnya, semoga Allah selalu memberikan limpahan rahmat dan umur sepanjang umur dunia kepada beliau berdua… Aammiiin.

Sejak lama saya mengamati tingkah laku, karakter dan kemampuan siswa-siswi saya, yang macam-macam latar belakangnya, serta banyak hal-hal yang tidak bermanfaat dilakukan oleh mereka, mulai hal sederhana selalu sms-an terus selama pelajaran sampai menghabiskan waktunya 24 jam asyik masyuk menggeluti perkembangan teknologi informasi sampai bermain game yang tidak mengenal waktu.

Beberapa ide untuk mengajak mereka mengikuti jejak saya dalam TQN bermunculan, akan tetapi saya menggunakan pendekatan yang pelan dan halus, agar mereka bisa dengan sadar mau mengikuti anjuran saya tanpa paksaan, karena saya masih ingat beberapa tahun yang lalu ketika saya mengajak seseorang teman dengan intens dan keras, saya dibalik dengan dalil “La Iqro Hafiddin” walaupun saya bukan ahli tafsir yang baik dan teman saya juga bukan perawi yang handal, akan tetapi secara kasar pengertiannya adalah “tiada paksaan dalam agama” jadi kita perlu hati-hati dalam menyampaikan sesuatu kepada orang lain, seperti dicontohkan oleh Nabi pun demikian bagaimana nabi bisa menaklukkan hati seseorang bahkan yang setiap hari mengumpat dan meludahinya, itulah sebagai ujian dan ittiba rosul.

Hingga akhirnya saya memutuskan untuk mengajak mereka dalam dzikir bersama, atau terkadang istilah kami istighosah, kebetulan karena mereka kelas 3 maka alasan yang saya buat selaras dengan kepentingan mereka, tentunya hal ini juga tidak semudah saya mengajaknya, ayo kita dzikir bareng, tidak semudah itu dalam sebuah organisasi dimana kita dituntut pertanggung jawaban tentang segala kegiatan yang kita lakukan secara lisan dan tertulis, juga kepentingan demi kepentingan orang perorang dalam organisasi juga ikut berpengaruh.

Ijin saya lakukan langsung kepada Kepala Sekolah yang bertanggung jawab sehingga jika ada orang yang belum jelas tetapi tidak mau bertanya kepada saya dan tanya langsung kepada beliau, jadi langsung bisa menjelaskannya.

Dzikir bersama saya lakukan setiap malam jum’at pertama dan ketiga setiap bulan, mengikuti ide kyai 2x setiap bulan, cuma waktunya tidak bisa malam, karena keterbatasan jam sekolah siswa adalah sampai sore, sehingga waktunya saya geser bakda ashar pelaksanaanya, sehingga selesai dzikir siswa-siswi saya jam pulangnya masih siang tidak sampai malam, karena kalau sampai malam akan banyak masalah lagi yang timbul.

Dzikir bersama yang saya jalankan mengikuti bacaan istighosah TQN dari Jalur Kyai Asrari akan tetapi saya tambahi tawwassul nya dari Kyai Cilik dan Kyai Nur, karena sudah pernah dijelaskan oleh kyai jika jalur sanad yang dipakai sewaktu tawwassul adalah jalur sanad yang lebih tinggi, bukan menggunakan yang lebih rendah, saya tambahi surat yassin dan surat al waqiah, pernah mempertimbangkan menggunakan amalan dari Kyai Nur dan Kyai Cilik tetapi terlalu berat buat kondisi siswa-siswi saya, bisa-bisa minggu kedua nya mereka gak hadir semua.

Untuk konsumsi, saya mengajarkan mereka masing-masing bawa kue dua buah dari rumah masing, walau ada juga karena sesuatu malah membawa lebih dari yang dianjurkan, jadi prinsip kebersamaan dan persaudaraan seperti yang kyai Nur ajarkan saya terapkan dalam dzikir bersama ini, sedangkan untuk minuman biarlah menjadi tanggungan saya dan teman-teman yang ada di lab.

Demikianlah perjalanan dzikir bersama mulai Januari hingga kemarin berakhir bulan april, karena setelah itu siswa-siswi saya sudah tidak masuk sekolah, sehingga untuk menganjurkan mereka masuk sekolah akan bertabrakan dengan birokrasi yang ada.

Dalam perjalanan dzikir bersama, sesekali ketika saya dan teman-teman TQNS mengadakan dzikir rejeki sebagian ada yang tertarik untuk mengikuti sampai malam walau saya ingatkan dengan hati-hati agar dapat ijin terlebih dahulu dari orang tua masing-masing, ketika sudah mendapat ijin saya tidak mempermasalahkan mereka mengikuti sampai malam, perlu diingat bahwa usia anak di bawah 17 tahun masih memerlukan ijin orang tuanya untuk kegiatan extra juga sampai di luar waktu yang wajar.

Alhamdulillah dari acara dzikir istighosah itu akhirnya ada beberapa yang akhirnya mengikuti saya di TQNS walau gak banyak, akan tetapi itu sebuah hal yang sangat saya syukuri karena ada di antara siswa-siswi saya mudah-mudahan bisa menjadi penerus saya dalam berjuang di TQNS, dan beberapa sudah menghadap Kyai Nur sewaktu dzikir safari kemarin untuk menjalankan laku TQNS, saya sangat bahagia sekali walaupun itu hanya satu dua bisa mengikuti TQNS.

Sisi lain dari barokah yang saya dapat dan siswa-siswi saya, pada pengumuman penerimaan beasiswa buat siswa-siswi yang melanjutkan ke jenjang selanjutnya, atau biasa dikenal SNPTN beberapa siswa saya yang sering hadir dzikir bersama ternyata banyak nyantolnya, sehingga dari jurusan lain di sekolah saya anak-anak didik saya yang terbanyak dapat diterima di perguruan tinggi, semoga bermanfaat dan barokah.

Yang diterima anak saya, 1 orang di PT Paris, Perancis, sekarang proses persiapan berangkat ke Paris, 2 orang diterima di perguruan tinggi negeri, 2 orang diterima di perguruan tinggi negeri agama, walaupun saya kadang senyum-senyum sendiri ko bisa dari jurusan komputer ko melanjutkan di jurusan dakwah agama Islam, tetapi semua itu adalah rahasia Nya, dari sini saya banyak mengucapkan syukur dengan mengenal dan mengikuti Kyai Nur, jurusan kami yang tahun-tahun sebelumnya paceklik prestasi akhirnya dua tahun berturut-turut ini bisa mempunyai prestasi yang membanggakan, semoga membawa barokah bagi mereka… AAmmiiin.

Demikianlah dulur-dulur cerita karomah dzikir bersama yang bisa saya sampaikan, apabila ada kebaikan semua itu karena Allah ta’ala yang mengaturnya akan tetapi jika ada kekurangan itu karena semata-mata saya hamba yang dhoif yang selalu mempunyai kekurangan-kekurangan, akhiru kalam… billahittaufiq wal hidayah.. wabirridho wal inayyah .. wassalamualaikum wr. wb.

Kang Erlan Suherlan Tqns

Cerita 1. JAMAAH TQNS JAYANTI. Assalammualaikum, Salam takzim dan hormat sama kyai guru, mohon maaf sebelumnya saya beserta jamaah TQNS di Jayanti akan menceritakan tentang kegiatan yang ada hubungannya dengan penyelamatan jiwa seseorang dari gangguan dan ancaman makhluk gaib, ceritanya sebagai berikut : Pada suatu hari salah satu jamaah Tangerang akan mengadakan zikiran waqiah di rumahnya sdr Gofur tepatnya di Kec. Legok Tangerang, rencananya jamaah Jayanti akan berangkat ke Legok dengan jarak tempuh 40 Km, namun sebelum berangkat HP berdering, setelah diangkat ternyata salah satu sdr yang ada di kampung sebelah, setelah mengucap salam dia menceritakan bahwa mertua perempuannya sedang kesurupan, akan tetapi sudah beberapa orang yang mencoba mengobati atau mengusir jin yang ada dalam tubuh tersebut tidak mau keluar juga, sudah beberapa orang katanya yang datang, tapi sia-sia saja usahanya gak berhasil. Makanya minta bantuan sama jamaah TQNS yang ada di Jayanti, maka kami gak jadi berangkat ke Legok, tapi kami berangkat ke kampung Nanggung dimana ada seseorang yang lagi kesurupan. Yang berangkat Saya Kang Erlan Suherlan Tqns, M Deriel Tqns Jayanti, Imam Laskar Tqns Jayanti, M Gumelar Sukmana, setelah sampai di tempat tujuan ternyata banyak orang yang di luar banyak orang kebetulan rumahnya deket jalan, yang di dalam juga banyak orang, lalu kami salam dan masuk ke dalam memeriksa yang lagi kesurupan, dan bertanya kepada yang tau apakah sudah diobati oleh orang lain atau sedang diobati, dia bilang sudah ada 4 orang yang coba mengobati tapi belum berhasil aja. Dalam pikiran saya bergumam, “waduh mereka saja yang lebih senior dan usianya jauh terpaut puluhan tahun gak bisa apalagi kami masih ingusan,” tapi dengan keyakinan yang penuh kami coba, lalu saya dekat orang yang lagi kesurupan langsung saja dia menyambut dengan geraman dan bentakan yang khas yang bisa mejadikan bulu kuduk berdiri bagi orang yang menyaksikan, tapi bagi kami itu hal biasa karena kami sering latihan menghadapi kejadian seperti itu, lalu saya suruh membuka mata yang lagi kesurupan itu lalu dia melihat saya beberapa detik, tetapi hanya beberapa detik saja dia nggak sanggup dan melemah dan akhirnya jinnya keluar tidak diapa-apain cuma suruh ngelihat aja. Akhirnya semua orang yang hadir mengucapkan alhamdulillahirobbilalamin, tapi mereka merasa aneh, sudah berjam-jam kerasukan beberapa orang mencoba mengobati nggak sanggup sudah dikasih jampi-jampi air putih tapi ga keluar jinnya. Tapi sama orang ini hanya suruh ngeliat aja keluar jinnya. Siapa orang ini” gumam mereka. Akhirnya kami nggak mau kehilangan buruannya yaitu jin yang masuk itu, maka saya tarik jin itu dimasukin ke mediator yaitu Imam Laskar TQNS, Akhirnya jinnya sempet saya islamkan, Alhamdulillahirobbilalamin.

Cerita 2. Cerita kali ini adalah cerita agak lama yang pernah dialami oleh jamaah TQNS Jayanti, berawal dari salah satu orang tua perempuan jamaah TQNS sedang sakit yaitu ibunda dari Mohammad Hamroni, dimana letak rumah dari rekan jamaah ini tepat di samping pagar panel salah satu pondok pesantren besar yang ada di Jayanti, karena luasnya itu ponpes tersebut tidak semua dibangun artinya masih banyak tempat yang kosong, sehingga banyak tempat yang tak terawat termasuk di pinggir rumah salah satu jamaah tersebut. Pada suatu hari Ibunda dari teman jamaah kerasukan, sehingga keluarganya memanggil saya beserta jamaah. Maka seperti biasa di-cek dulu yang sakitnya, setelah di-cek oleh M Deriel Tqns Jayanti, ternyata ada penyusup yang berasal dari dalam pondok tersebut. Selain itu ada juga kiriman. Maka diputuskanlah dengan cara dimasukkan ke mediator, mediatornya pada waktu itu Ayat Tqns, setelah masuk ke mediator ternyata mediator dan yang lagi sakit mendapatkan serangan dari dalam pondok, maksudnya serangan gaib. Lalu salah satu jamah yaitu M Gumelar Sukmana, dan Imam Laskar Tqns Jayanti, menerawang yang ada di kawasan pondok tersebut, hasilnya ternyata buanyak sekali sampai puluhan ribu gaib yang bentuk harimau, ditambah yang lainnya. Setelah di-cek bukan malah berhenti serangan tersebut tapi makin menjadi. Saya dan jamah bermusyawaroh bagaimana mengatasi hal ini, maka diambil keputusan untuk memagari seluruh pager panel tersebut dengan pagar gaib dengan tujuan agar mereka tidak menyerang lagi, alhasil alhamdulillah pemagaran sukses. Tapi pemirsa serunya bukan disitu, he.. he.. he… cape juga ngetiknya, Istirahat dulu ah…………………. ada yang mau bantuin ngetik nggak yah.

Lanjut ceritanya, pada saat sudah dipager gaib, alhamdulillah yang sakit dan kesurupan sudah siuman dan tinggal lelahnya aja, saya beserta jamaah istirahat sambil makan minum seadanya. Sambil makan dan minum terasalah dalam pager panel pada ribut, setelah dilihat ternyata gaib yang begitu banyak sedang menyerang ke jamaah TQNS namun mereka tak mampu melewati pagar gaib yang telah dipasang. Akhirnya kami berfikir ini gak beres nih, kalau terus-terusan diserang pagar gaib itu akan hancur juga. Akhirnya kita putuskan untuk membalas serangan tersebut, tapi bagaimana yahhhhh……….. salah satu jamaah punya ide bagaimana kalau pemimpinnya kita tarik aja dan masukkan ke mediator. Akhirnya pemimpinnya ditarik dan dimasukkan ke mediator, kebetulan kegiatan tersebut dilakukan di rumah saya, Kang Erlan Suherlan Tqns, setelah pemimpinnya dimasukkan ke mediator dia merasa terganggu dengan cara ditarik, maka dengan adu argumen akhirnya dia atau jin yang ada di dalam tubuh mediator yaitu Imam Laskar, berlari menuju pager panel pondok yang jaraknya seratus meter dari tempat kegiatan, kebetulan pada waktu itu ada kang Yuli Antoro dan Mas Bagio Hadisumoro, mengejar hasilnya mediator bisa ketangkap dan dibawa lagi ke tempat kegiatan, tapi di tengah jalan lepas lagi dan berontak serta mengancam dia bilang “Siapa yang berani melawan saya” akhirnya dia terjungkal karena menyerang duluan. Setelah dia mengaku kalah dibawa ke tempat semula dan diislamkan, yang menariknya setelah pengislaman selesai dia disuruh pulang lagi ke tempatnya ehhh……. gak mau, dia bilang, “saya malu.” katanya, “masa, seorang jawara dan pemimpin pakaiannya pake baju koko sama pake peci haji dan berselendang sorban, mau ditaruh di mana muka saya” gumamnya, maka saya paksa suruh pulang karena tugas berat menanti di kawasan ponpes yang luas itu. Seperti biasa setelah diislamkan lalu dikasih senjata, senjata apa yang cocok untuk menumpas jin fasik yang ada di kawasan pesantren itu, maka dipilihlah senjatanya bukan pedang, golok, pecut, keris, tetapi saya kasih senjatanya yaitu senjata F 16, dan pakaiannya ala tentara, dalam hati mudah-mudahan cepat beres dengan senjata ini, tapi saya ingat pesan pak kyai jangan banyak membunuh, waduh….. mikirlah lagi, akhirnya saya punya ide peluru yang ada di senjata F16 itu pelurunya saya ganti dengan tadinya peluru yang mematikan diganti dengan campuran dua kalimat syahadat, Ilmu Islam, makanan yang disukai jin dan yang terakhir dicampur dengan zikir sholawat, dan terbentuklah peluru senjata itu apabila ditembakkan ke jin dia tidak mati tetapi dia jin yang kena tembak itu secara otomatis dia masuk Islam, maka cara itu sewaktu-waktu biasa digunakan oleh jamaah TQNS Jayanti untuk melumpuhkan jin yang susah diajak masuk Islam, kalau bandel ya ditembak aja, dorrr… dorrr… dorrr, langsung deh jinnya masuk Islam, demikian ceritanya mohon maaf bila kurang berkenan dan mohon bimbingan selalu dari pak kyai, dan kepada senior mohon arahannya, terimakasih…..

Nurwito

Assalamualaikum warohmatullah wabarakatuh. Salam ta’dzim saya pada kyai Nur dan Kyai Cilik. Ini hanya cerita saja, siapapun yang membaca boleh percaya boleh tidak, kan hanya cerita. Dalam beberapa kali menulis saya pakai android dengan segala kekurangannya, sekarang saya menulisnya pakai laptop biar lebih nyaman sekalian mumpung ada waktu untuk menulis.

Sekitar bulan April datang dua orang di rumah, yang satu teman kerjaku waktu di Kabupaten Rembang namanya mas Munaji dan satunya saya tidak kenal, orangnya sudah tua. Orang tua tersebut berumur 60 tahunan. Orangnya tinggi 170 cm badan agak kurus, kulitnya hitam. Setelah memperkenalkan diri orang tua tersebut bernama pak Nirman.

“Pak, mau minta tolong, tentang anak saya.” pak Nirman mengawali cerita dengan serius.

“Ya pak, sakitnya apa.” saya menimpali.

Ia menceritakan semuanya dari awal sampai akhir, anaknya yang bernama mas Sugeng (nama samaran), sakit stres (bicara sendiri, senyum sendiri) sejak merantau di Malaysia dua tahun yang lalu. Orangnya kadang sadar kadang kumat, akhirnya dikasih kiriman uang supaya bisa pulang ke Indonesia. Setelah pulang ke kampung bukannya tambah sembuh tapi tambah parah, tidak bisa termasuk sulit tidur. Diobatkan kemana-mana, setiap mendengar orang pintar didatangi, supaya anaknya sembuh.

Saat pak Nirman bercerita sudah saya undang qodam malaikat titipan dari Pak Kyai Nur, membantu mengidentifikasi penyakitnya, termasuk menginformasikan langkah yang diambil dalam proses penyembuhan. Seperti yang diajarkan Kyai Nur, karena tidak punya medium, ditangani biasa ditarik semua penyakitnya termasuk jin yang ada di tubuh mas Sugeng, dukunnya ilmunya diambil, dipagari dan dibekali air zikiran. Setelah itu mereka pamitan pulang.

Suatu hari datang lagi pak Nirman menceritakan perkembangan anaknya mas Sugeng sudah mulai membaik walau masih kadang bicara sendiri tapi tidak sesering dulu dan mulai bisa tidur. Saya bekali air zikiran lagi. Pak Nirman selain mengobatkan anaknya juga minta didoakan supaya lancar rejekinya sebagai makelar garam.

“Mas, saya mbok didoakan biar usaha sebagai makelar garam biar laris.” minta pak Nirman.

“Insyaallah pak.” jawab singkat saya. Saya kasih air dan tata cara penggunaannya untuk dibawa pulang. Mas Munaji pernah cerita habis didoakan dikasih air zikiran pak Nirman untung jutaan rupiah dalam satu hari.

Bulan puasa ini diinformasikan anaknya pak Nirman sudah ikut puasa Romadhon dan bisa tidur dengan baik. Demikian sebuah cerita, mengobati mas Sugeng adalah mengobati orang stres yang kedua kalinya. Kesembuhan suatu penyakit adalah milik Allah SWT. Semoga bermanfaat. Salam TQNS.

  1. 5 Februari 2016 pukul 3:33 pm

    Subhanalloh,,,,,

  2. 19 Maret 2016 pukul 12:32 pm

    Tambah ingin ketemu kiyai

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s