Beranda > sang kyai > Sang Kyai 88

Sang Kyai 88

Kisah Murid TQNS

Yayat Sudrajat

Assalammualaikum. Ini ada kisah sedikit yang mungkin bisa jadi pelajaran untuk jamaah TQNS majlis Alhusaini, khususnya saya sendiri supaya rajin wirid, puasa yang lebih giat lagi. Setelah khotam puasa 100 hari, saya disuruh buka majlis dzikir di pabrik paving blok oleh bos pemilik pabrik paving. Selanjutnya saya kerja di proyek, majlis dzikir masih dalam proses penentuan waktu dan izin guru. Insya Allah. Selama kerja di proyek ada beberapa kejadian di luar akal logika. Pertama saya sering dipanggil Ustadz padahal saya status kuli di proyek pembangunan jalan beton dan saluran got serta benteng di Pandansari kel. Kaliwlingi Brebes.

Selama kerja di proyek saya berusaha terus wirid. Ketika saya di mushola ba’da magrib saya merasakan tusukan jarum di telinga 3*, saya tidak tahu apa itu sambil terus melanjutkan wirid. Terus 2 minggu sebelum rampung proyek saya dipanggil sama yang punya kontrakan supaya menyembuhkan tetangganya yang kesurupan yang masih ada hubungan keluarga dengan pemilik kontrakan, akhirnya saya coba mendeteksi dengan memijat jempol kaki kanan kiri disertai baca ayat kursi 18* tahan napas, reaksinya langsung menjerit-jerit. Lalu saya tanya siapa ini? Tidak ada jawaban, lalu saya tanya lagi. “Ada berapa jin di tubuh orang ini?” Jinnya jawab ada 5. Kemudian jinnya ngancam mau bawa sukma orang yang dirasukinya, saya langsung pecut dengan pinjam pecut malaikat petir, saya lihat orangnya diam mungkin jinnya dah kabur atau hangus dengan pecutan milik malaikat petir, yang sebelumnya saya tarik jinnya dengan bantuan khodam tapi malah senyum terus seperti ketarik bajunya aja. Akhirnya saya pinjam pecut malaikat petir, lalu saya bacakan lagi ayat kursi di kaki kanan kirinya. Setelah itu saya pergi meskipun belum tahu jinnya sudah hilang atau masih ada di tubuhnya, saya lihat orangnya lemas. Setelah itu saya hubungi guru dan beberapa teman di pesan fb supaya membantu, barangkali jinnya masih ada. Besoknya ternyata orangnya sembuh dan bisa beraktifitas lagi. Demikianlah jamaah TQNS majelis Al Husaini, mohon maaf atas segala kekurangannya. Semoga sholawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, juga berkah karomahnya Kyai Nur semoga tercurah kepada jamaah TQNS di majlis Al Husaini. Wassalammualaikum. wr.wb.

E Dris

Assalaamualaikum wr. wb. Puji syukur ke hadirat Alloh SWT yang telah memberikan segalanya pada kita semua, sholawat serta salam tercurah pada nabi Mukhammad SAW yang memberikan tauladan pada kita semua, salam takdim pada guru kita kyai Cilik dan ustadz Nur Rozak semoga selalu dalam lindungan Alloh SWT.. Aamiin.. serta saudara-saudaraku yang budiman, langsung saja, hari ini selasa 26 mei 2015 jam 10.10 wib, saya mampir di asrama LPK Bhs Korea JAVACO jalan Kerti Suradadi Tegal, duduk sambil ngobrol dengan guru pengajar di situ ngalor ngidul tak tentu yang diobrolkan. Datang siswi namanya Rosyanti menghampiri dan ngeluh pundak dan tangannya sakit dan terasa berat.

Ros, “Om, tangan dan pundak saya berat dan sakit.”

Saya, “Kenapa mbak?”

Ros, “Kemarin hari sabtu aku di sini kerasukan kata temen-temen asrama gak sadar saya.”

Saya, “Waduh kerasukan??”

Ros, “Iya om nih berat sakit banget om, tolong aku ya,”

Dalam hati saya langsung kontak mas khodam yang diberikan kyai, konsentrasi lafadz Alloh di dada sredett dett, ada getaran aneh di pundak dan tangan Ros, saya coba tarik, berhasil ketarik, tapi saya gak tau yang ketarik itu apa, langsung saya musnahkan, tarik lagi sampai 4X Ros kesakitan dan tiba-tiba terdiam dan diam, teman-temannya saya suruh komunikasi gak respon, coba dipapah ke dalam aja, dengan posisi tiduran gak sadarkan diri, Ros hanya diam disaksikan teman-temannya, coba lagi saya tarik dan tarik sampai 6X, yang ke 7X sebelum ditarik saya tanya, “Kamu siapa?” masih diam, lalu saya bayangkan pedang naga puspa yang ada lafadz Alloh di tangan, saya tanya, “Kamu tau ini?” dia mengangguk, “Kamu siapa? Kalau gak mau ngomong ini coba rasakan,” dia menangis kesakitan, “Ayo ngomong.” tetap gak mau, saya tebaskan di tangan pedangnya, menjerit kesakitan dan menghindar, terus saya ajak komunikasi tapi tetap gak mau ngomong, tiba-tiba dia berdiri pasang kuda-kuda untuk menyerang saya, waduh gimana nih, pikirku, konsentrasi sempat hilang dan pedang jatuh entah kemana karena saya panik sekali (maklum baru pertama kali adu fisik dengan orang yang kerasukan) dia terus menyerang dengan gerak karate dan silat, waduh piye iki, saya terpojok di sudut dinding dan terjungkal jatuh, dia terus menyerang, saya kumpulkan imajinasi saya dan lafadz Alloh kembali menjelma di dada, saya minta bantuan teman-teman yang ada di situ untuk membaca ayat kursi sambil saya bayangkan lafadz syahadat berbentuk cemeti, ceter, ceter, saya cambukkan, menangis dan kesakitan tapi tetap menyerang, ramai sekali tetangga asrama tersebut pada lihat, waduh piye iki kok gak mau nyerah dan terus melawan, ganti lagi dengan f16 berpeluru jutaan, dddrrr, dddrrr, tembak terus, tetep gak mempan, lha kok ngeyel gak mau keluar, saya bacakan, “Dengan karomah kyai Nur saya minta bisa menaklukkan mahluk ini, aamiin,” lalu saya bayangin tombak hasil pinjem malaikat Malik berujungkan lafadz Alloh, nah nah dia mulai menjerit, dia kesakitan, tanpa sungkan lalu saya tusuk dan tarik terus saya tikam, Ros terpental jatuh, masih dengan jin atau apa yang melawanku saya hujani dengan tombak tadi dan langsung saya kirim entah kemana, berhasil, fikir saya, Ros telah sadarkan diri dan ditanya temen-temen tadi dia karate dan silat tapi Ros gak ngerti dan malah dia bertanya kok di sini ramai banget ada apa? Badan saya lemes berkeringat, tapi alkhamdulillah telah bisa membantu orang lain, mohon koreksinya dan bimbingannya ustadz agar lebih baik lagi dalam menangani jin dan orang kerasukan, dan untuk saudara-saudaraku murid ustadz Nur mohon masukannya. Terima kasih. Wassalaamualaikum wr.wb.

Nurwito

Assalamualaikum warohmatullah wabarakatuh. Salam Tadzim saya pada kyai Nur dan Kyai Cilik. Ini hanya cerita saja, siapapun yang membaca boleh percaya boleh tidak. Barusan dapat sms dari mas Widodo, “Mas rumahku dah laku, mengko nak wes lodang tak dolan rumahmu!”

Mas Widodo aslinya Kec. Karang anyar, kab. Demak tetapi tugas kerjanya PNPM Mandiri Perdesaan di kecamatan Sarang, kab. Rembang. Sering ketemu juga karena saya kerjanya di kec. Sluke, kab. Rembang, tetapi ketemunya di bis jurusan Semarang – Surabaya. Ketika ketemu cerita ringan-ringan saja termasuk pernah cerita ibunya sakit jadi hampir tiap hari naik bis dari Demak-Sarang PP.

Pada awal bulan Juni 2015, mas Widodo telepon, “Mas Nur, sekarang di Pati apa Semarang? Mau ketemu sampean, mau minta tolong,” suaranya di telp.

“Di Pati, ada apa mas?” tanya saya.

“Mau jual rumah biar cepat laku.” katanya. Saya juga kaget, kok aneh-aneh wae wong saya ndak pernah cerita apa-apa kalau ketemu.

“Kok bisa saya?” tanyaku heran.

Ternyata sebelumnya mas Widodo telp mas Ajik (Mas Ajik ini orang Pati tapi tugasnya di kec. Kragan, kab Rembang) cerita masalahnya terus disuruh menemui saya. Padahal mas Ajik sendiri bapaknya orang thoreqoh naqsyabandiyah dan juga banyak didatangi banyak orang. Sebenarnya mau datang ke rumah Pati, tapi pikir saya kasihan jauh, apalagi kita sama-sama kena PHK, ibunya masih sakit lagi. Sekalian menggunakan metode pakai air diisi jarak jauh. Qodam malaikat titipan Pak Kyai Nur dah saya undang.

“Sediakan air ya mas, nanti diisi dari sini.” kata saya.

“Sudah mas 2 botol aqua.” jawabnya.

Setelah diisi jarak jauh, saya jelaskan pemakaiannya.

Lain hari telp lagi, “Mas ini banyak yang nawar tapi batal terus.” kata mas Widodo. “Ya udah datang aja ke Pati.” kata saya. Karena saya lihat ada yang ndak normal, rumahnya dipagari orang biar kalau nggak dia yang beli tak ada yang mau. Mas Widodo juga berkeluh kesah kepalanya berat sekali rasanya. Tiga jam kemudian mas Widodo datang bersama mas Ajik datang ke rumah Pati. Mas Widodo saya bersihkan, saya pagari, dikasih air zikiran untuk rumahnya. Setelah cerita ngalor ngidul nggak jelas, lha karena sama-sama korban PHK. Setelah itu sholat dhuhur mereka ijin pulang. Sekitar sepuluh hari kemudian mas Widodo sms kalau rumahnya sudah laku. Semoga bermanfaat. Salam TQNS.

Riri Dwi Rahayu

Assalamu alaikum warohmatullohi wabarokatuh. Puji syukur kehadiratNya yang senantiasa memberikan Rahmat dan curahan KasihNya pada kita semua. Sejujurnya aku tak pandai merangkai kata untuk bercerita kisahku ini. Tapi hatiku gak tahan juga ingin berbagi cerita kaya orang-orang (murid Yai).

Gini ceritanya… Selasa tanggal 23 juni 2015, aku inbox Yai.

Assalamu alaikum wr. wb. Abh Yai.. Tepatnya Senin tanggal 25 Mei 2015, kami kedatangan tamu dari Bengkulu Sumatra. Sebelumnya kami baru mengenal 2 hari via telepon, ajakan seorang teman, lalu singgah di rumahku hingga saat ini. Bunda Ningnong (samaran) nama panggilannya, usia sekitar 50 an, Ibu dari 6 orang anak, 1 suami pengangguran pasif.

Bunda Ningnong datang ke Jakarta hendak mengadu nasib di kota (layaknya Bimbi kata lagu) demi hutang-hutangnya yang katanya sebesar 2m lebih (aku ga tau 2m itu apa). Bunda Ningnong mengaku punya keahlian perobatan alternatif dengan media membuka aura katanya (entahlah aku ga paham). Yang saya bingungkan, dia belum juga mau pergi dari rumahku. Dan tambah bingung lagi dia bilang dalam tubuhnya banyak berjuta jin dan malaikat. (seolah bangga).

Belum juga usai ceritaku ku sambung, tanpa diduga Abah Yai langsung merespon curhatku itu. Alhamdulillah. (ga nyangka) Ngendiko Bah Yai…

“Waalaikum salam, hati-hati banyak orang yang nipu sekarang ini. Modus seperti itu. Direndamkan saja fotoku, doanya waktu merendam ucapkan YA ALLAH DENGAN KAROMAHNYA KYAI NUR, JADIKAN ORANG INI PERGI DARI RUMAHKU… boleh dicampur dengan air minum lain airnya.”

Perintah Yai langsung ku laksanakan, kebetulan aku baru usai dhuhuran dan dzikir pondasi. Ku ambil air putih segelas lalu ku rendam foto Yai.. serta petunjuk Yai di atas. Selang beberapa jam setelah kulakukan perintah Yai, air yang ku doakan sebagian ku masukkan galon dan teko sebagian tumpah di depan pintu.. (karena tekonya ku taruh di atas meja depan samping pintu) kemudian bunda Ningnong seperti biasa membantuku menyiangi sayuran untuk makanan buka puasa yang seperti biasa ku jual di depan rumah.

Anehnya spontan si Ningnong bilang, “Aku mau pulang secepatnya jika ada uang. Maksimal sebelum lebaran tanggal 2 juli..”

Aku bilang, “Ya kalau itu yang terbaik lakukanlah.”

Dalam hatiku. Alhamdulillah. 1 poin ku dapat. Singkat cerita, saat saur bareng (si Ningnong, aku dan suami), bunda cerita katanya, “Baru aja aku bermimpi telah didatangi almarhum ibu menyuruh ku pulang…”

Spontan ku bilang, “Ya mungkin itu yang terbaik buat bunda. InsyaAlloh kami akan pinjamkan uang untuk keberangkatan bunda pulang kampung.” (Karena yang ku tau dia memang sedang tak punya uang untuk pulang)

Sehabis duhuran hari itu juga kami belikan tiket pesawat jurusan Bengkulu guna pemberangkatan esok pagi jam 8.00. Si Ningnong datang tanggal 25 Mei pulang tanggal 25 Juni. Alhamdulillah cleer satu masalah.. (dalam hati)

Terimaksih Ya Alloh.. terimakasih Abah Yai.. kami tak mampu membalas kebaikan Abah Yai. Hanya Alloh yang pantas membalas kebaikan Abah Yai. Mohon maaf jika ada salah baik tulisan maupun laku nyataku yang kurang berkenan di hati. Semoga dapat diambil hikmah dari tulisanku ini. Wabillahi taufik wal hidayah. Salam sungkemku pada Abah Yai. Salam Ramadhan buat smua.

E Dris

Assalaamualaikum wr. wb. puji syukur kehadirat Alloh SWT. yang telah memberikan kenikmatan yang tiada tara kepada kita semua, tak lupa sholawat serta salam kita haturkan pada junjungan kita nabi Mukhammad SAW. yang memberikan tauladan pada kita semua, serta salam takdzim pada guru kita kyai Cilik dan ustadz Nur Rozaq semoga selalu dalam lindunganNya, aamiin, serta saudara-saudaraku murid kyai Nur yang budiman.

Kejadian kemarin hari sabtu tanggal 6 Juni 2015 jam 10.12 WIB, sebenarnya hari itu saya dari rumah niat untuk bekerja tapi setibanya di tempat kerja ada berita yang tidak mengenakkan dari pimpinan, akhirnya selesai breping saya, temen saya Amat, Koko, mengajak main ke rumah mertuanya yang ada di daerah Panggung Tegal, tanpa kata sepakat kita berangkat ke lokasi mertua Koko.

Tiba di rumah mertua Koko kita ngobrol masalah kerjaan sampai pada obrolan tentang penyakit, nah saat kita ngobrol mertua Koko mendengar dan ikut nimbrung, sebut aja bu Siti 59 tahun, dia cerita tentang penyakit perut dan lambungnya yang sudah akut, perutnya bengkak dan sangat keras ketika dibuat untuk rukuk dan sujud sangat sakit sekali. Berobat kemana-mana dan katanya gak bisa nyebutin saking banyaknya pengobatan dan setiap kali periksa ke rumah sakit di USG hasilnya nihil gak ada penyakitnya, periksa itu dilakukan setiap seminggu sekali, dan sakit itu dirasakan tiap hari.

Sambil cengengesan iseng saya nawarin untuk mengambil penyakitnya itu, dia mengiyakan, (saya panggil mas khodam) untuk membantu mengambil dan menarik segala penyakit, segala yang ada unsur jin, siluman, perdukunan yang ada dalam tubuh bu Siti, singkatnya alkhamdulillah sakdet saknyet bu Siti merasa tubuhnya enteng, enak, perut sudah gak keras lagi, normal seperti dulu, intinya sembuh hari itu juga, bu Siti itu mertua mas Koko. La ini datang-datang istri mas Koko nyerahin anaknya yang ceritanya batuk dahak dan lendir yang bikin Tiara (namanya) tiap kali nafas berbunyi seperti jago yang habis diadu (nglokor) yang berkepanjangan karena diderita udah lama banget hingga saat ini berumur 13 bulan dan setiap kali diperiksakan ke dokter spesialis anak, jawabnya nanti juga akan sembuh, ganti ke spesialis yang lain juga sama gak ada perubahan. Mas khodam bilang, udah ditarik aja biar cepet sembuh biar nafas enak, di situ banyak jin kecil yang sedang bermain-main, alkhamdulillah 6X tarikan Tiara udah gak nglokor lagi dan tertidur pulas.

Masih seputar keluarga mas Koko, kini ibunya (bu Tinah 63 tahun) cerita Koko setelah pensiun jadi guru kena diabetes yang mengakibatkan badannya gak berdaging alias kurus kerontang mirip jerangkong, dan tubuhnya sering seperti kena tusuk belati di tangan kadang di kaki kadang di kepala dan di sekujur tubuh. Sudah berobat ke orang pinter, dokter dan banyak lagi, entah kemana aja, ketika ada berita orang bisa nyembuhin langsung didatangi tapi hasilnya nihil. Singkatnya saya undang nyampe ke rumah bu Tinah dan subkhanalloh di situ gak tau ada berapa jin yang berdomisili di patung gareng, petruk, bagong, tapi gak ada semar, jinnya buaaannyaaak banget. Bu Tinah keluar dari kamar sambil tertatih sambil bicara aduh sakit, aduh sakit, aduh sakit terus berulang-ulang, sekilas saya lihat seperti gak ada sakit diabet yang diceritakan Koko, telusur lagi ternyata di tubuhnya bu Tinah di kedua tangan dan kedua kakinya banyak jin yang sudah berumah tangga, waduh ini bakal lama nih pikir saya.

Lalu saya minta untuk duduk berhadapan dengan saya, langsung saja baca syahadat 3X, ayat kursi 1X tanpa nafas dan dengan karomah kyai Nur Rozaq saya minta ya Alloh sembuhkanlah bu Tinah dari segala penyakit yang dideritanya, segala jin, siluman, santet dan yang berhubungan dengan perdukunan hancur lebur, al fatikhah… Saya terus membaca doa tersebut berulang-ulang sambil saya tarik dari sekujur tubuh bu Tinah di sela-sela tarikan bu Tinah menangis, menjerit kesakitan dan muntah-muntah tapi dia dalam keadaan sadar tidak kerasukan. Saya ke dapur minta ditemenin Amat, di dapur saya coba membayangkan untuk menjepit kaki bu Tinah dengan tang dan bu Tinah menjerit kesakitan, coba lagi dengan dirantai bu Tinah teriak, aduh awakku koyo dirante, dijewer, ditusuk. Sedang Amat terbengong menyaksikan kejadian demi kejadian padahal antara dapur dan ruang tengah banyak sekat penghalang seperti tembok, triplek, lemari dan sebagainya.

Setelah dirasa bu Tinah sudah bersih, saya dan Amat pamit pulang. Singkat cerita dari sms mas Koko ibu mertuanya, anaknya dan ibu kandungnya alkhamdulillah sudah sehat bisa beraktivitas seperti orang normal lainnya. Demikian cerita dan pengalaman saya semoga bisa bermanfaat, aamiin. Wassalaamualaikum wr. wb.

M Agus Salim

Assalamualaikum, salam takdim kepada yai Cilik dan guru kami YAI NUR…. Sehabis pulang dari majelis, saya ditelp teman, dia lagi jualan di Gresik dan ku sempatkan mampir ke tempat lapak dia jualan. Sesudah sampai saya tanyakan kepada teman saya, “Barusan jualan ya Taufik?” lalu dia menjawab, “Sudah 1 jam mas tapi masih sepi.” katanya dia mengeluh padaku. “O… gitu ya.” Saya teringat membawa air dzikir dari majelis. Tidak banyak komentar saya ambilkan satu botol air dzikir lalu aku ciprat-cipratkan air tersebut dan sambil berdoa….. Eh, ternyata tidak menunggu lama orang-orang pada datang mengerubutinya…. lalu aku bilang pada Namaku Agung SE, “Ampuh bro.” sampai-sampai aku geleng-geleng kepala…. Saya bilang ke Agung, “Wah kita jualan pakai ramuan ini kayaknya T. O. P. B. G. ini Gung…..” Si Agung menjawab, “sip, sip.” Ini sedikit cerita dari saya yang mau OTW pulang Surabaya. Dan mohon maaf apabila salah kata…. Wassalam.

Nurwito

Assamualaikum, salam takdimku pada kyai Nur dan kyai Cilik. Ini hanya cerita saja, sekitar bulan Mei ada orang telp dari Kalimantan. “Assalamualaikum.” suara orang laki-laki. “Waalaikumsalam, ini siapa ya?” tanyaku. Akhirnya cerita kalau dia namanya pak Rasiman aslinya Juana tapi merantau di Kalimantan. Tahu no hp ku dari temen kerjaku. Pak Rasiman ini sakit sudah sepuluh tahunan, sakit ambeyen nggak sembuh-sembuh. Sejak punya jabatan kerja di Surabaya di sebuah PT. Akhirnya resign karena sakit. Diobatkan kemana-mana nggak sembuh-sembuh, bahkan kyai atau dukunnya diancam tidak usah ikut-ikutan oleh ghaib. Dioperasikan di rumah sakit hanya beberapa hari setelah operasi meninggal. Akhirnya karena kehabisan dana akhirnya merantau ke Kalimantan. Walaupun belum sembuh tapi agak baikan, anehnya kalau pulang ke Jawa kumat berat. Kuundang si mas bro, ternyata penyakitnya medis dan non medis. “Siapkan air ya mas.” saranku. “Sudah pak.” jawabnya dari Kalimantan. Akhirnya airnya diisi mas bro, penyakitnya ditarik, pasien dipagari, ilmu dukun ditarik. Sekitar 2 hari yang lalu istrinya telp mengabarkan tentang kondisi penyakitnya sudah hampir sembuh. Semoga bermanfaat. Salam TQNS.

E Dris

Assalaamualaikum wr. wb. Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatNYA kepada kita semua, sholawat serta salam kita haturkan pada junjungan kita nabi Muhammad SAW. yang telah memberi suri tauladan pada kita semua. Salam takdzim pada guru kita kyai Cilik dan kyai Nur Rozak semoga diberi kesehatan yang hakiki, aamiin.

Kejadian ini terjadi semalam 11 Juni 2015, malem jumat, sebelumnya sore seperti biasa setelah ashar saya bersiap-siap untuk buka dagangan roti bakar. Mas Irpai sms katanya mau silaturrohim ke rumah tapi sms saya jawab, “jangan di rumah di tempat jualan roti bakar aja di Suradadi.” mas Irpai mengiyakan dan akan bersama kakaknya, tapi ternyata mas Irpai sms gak bisa silaturrohim karena ada temannya yang meninggal. Aktivitas seperti biasa tapi istri telp jam 8 tutup aja, di rumah setelah makan malem leyeh-leyeh di teras bersama keponakan dan istri tiba-tiba dateng, mas Halimi guru lpk javacourse (kursus bahasa Korea) menginformasikan ada muridnya yang kesurupan, tanpa pikir panjang saya bersama ponakan menuju lokasi, di sana sudah banyak sekali orang kampung yang menyaksikan Rosyanti siswa yang dulu kerasukan dan kemarin pernah kerasukan tapi ini bersama Nurul juga kerasukan, singkatnya konsent lafald Alloh bersama mas khodam, kudekati Ros ketawa sambil bilang, “Musuhku telah datang.” sambil nunjuk saya, “Kamu kenal aku?” “Hahahaha, ya iyalah kamu yang kemarin ngusir temanku dari sini.” “Kamu keluar ya dari tubuh Ros.” “Aku mau keluar kalau temen-temenku keluar dari sana sambil nunjuk ke tubuh Nurul yang meronta-ronta sambil menyeringai tak karuan.

Saya dekati Nurul, kalian semua yang ada dalam tubuh Nurul keluar sambil saya tarik dan menggenggamya dan saya tunjukin, “Ini dia temen-temen kamu.” dia sudah nurut sama saya dan ini (maaf ustadz saya kirim ke majlis di Sendang Senori Tuban) dan Nurul sadar, cepat banget perginya aku gak lihat, “Udah kini aku tantang kamu.” “Waduh duh, kamu berani?” “Iya, kamu siapa? Aku adalah raja.” “Raja siapa?” “Gak perlu tau.” “Saya tanya kamu sudah islam belum?” “Apa itu islam? Tapi itu gak penting, ayo kita duel.” Perkelahian dimulai, dia menyerang, saya hindari dan tangkis dengan lafald Alloh di tangan dan di sekujur tubuhku, akhirnya dia lunglai dan jatuh, saya ajak dia baca syahadat tapi dia menolak dengan keras, “Tidak mau, hahahaha.”

Daripada berlarut saya berimajinasi pinjem batu neraka milik malaikat Malik, “Ini apa?” “Hahaha.” dia tertawa, “Cuma batu kerikil.” Saya bilang, “Kalau ini jatuh kamu akan kepanasan dan meledak. Nih tak jatuhin pelan-pelan.” dia beringsut seperti kepanasan, “Ahhahhahh, gimana? Mau syahadat?” Tetap dia gak mau, pinjem lagi batu yang besar sekali, “Ampun, ampun iya saya mau syahadat, tapi ada syaratnya aku minta nasi putih & air minum.” Saya ambil nasi dia bilang, “Itu pasir.” “Syahadat dulu nanti jadi nasi.” Saya tiru ustadz Nur memberinya cermin, “Siapa ini jelek banget, hihhh.” akhirnya dia syahadat dan saya kasih cermin lagi, “Tampan sekali, hihihi.” dia ketawa, “Mana nasinya?” “Ini.” “Sedikit sekali.” “Udah kamu makan.” “Aku kenyang banget, nanti kalau aku lapar gimana?” “Ini, tak kasih lagi dan disimpan di dada nanti kalo lapar diambil dimakan.” dia mengangguk, “Sekarang kamu ke Sendang Senori ya.” “Ak gak tau alamatnya.” saya bayangin ambil gps dan saya stel ke majlis Sendang Senori Tuban, “Kamu ikuti ya.” dia mengangguk bersamaan lambaian tangan saya melepas gps, rRos sadar dan terengah-engah. Alkhamdulillah…

Ros tersadar karena jin udah keluar sedangkan Nurul masih lemas dan pucat pasi, beberapa menit berlalu kerumunan anak-anak asrama dan penduduk sekitar rumah makin ramai, diputuskan Nurul akan diantar pulang ke asrama putri tempat dia, Ros dan beberapa siswi lainnya, akan tetapi tiba-tiba Nurul pingsan dan Ros kembali kerasukan lagi. Ros menggelepar matanya membelalak, lalu saya dekati sambil mengucap salam, waalaikumsalam jawabnya, “Kamu muslim?” dia mengangguk, “Kamu siapa?” “Aku adalah ratu. Kerajaanku di belakang rumah ini.” “Kenapa kamu merasuki Ros?” “Karena dia wanita lemah yang siapa saja bisa keluar masuk dengan leluasa.”Kamu kan muslim kasihan dong tubuh Ros capek, ayo keluar dari tubuh Ros.” telapak tangan saya tunjukkan padanya sambil kuimajinasikan foto ustadz Nur, “Kamu kenal dengan foto ini?” dia tersenyum dan tertawa, “Hahaha, siapa yang tidak kenal dia, dialah rajanya alam gaib.” “Sudah tau kan kamu, ayo keluar.” kata saya. “Aku mau keluar tapi dengan syarat.” “Syarat apa yang kau ajukan?” “Suruh orang-orang yang main kartu remi berjoget-joget menyanyi-nyanyi gak karuan bikin kegaduhan, aku ingin tahu.” “Oh itu.” lalu saya minta anak-anak yang merasa disebutkan untuk mendekat, setelah mereka mendekat dia berkata, “Di mana kartu reminya?” “Sudah dibuang.” kata anak-anak, “Kalian bohong.” Saya coba memberi pengertian pada anak-anak untuk mengambil kartunya dan didekatkan pada Ros yang kerasukan ratu jin. “Ayo bakar, bakar.” akhirnya dibakar kartu tersebut, tiba-tiba dia duduk dan berkata, “Ayo cium tanganku.” salah satu dari anak-anak mencium tangan Ros dan akan diikuti oleh yang lainya, namun saya cegah dengan berkata, “Udah minta maaf aja gak akan diulangi lagi main kartu dan joget-joget bikin kegaduhan lagi.” “Awas kalo main kartu lagi aku akan masuk ke dalam tubuh anak ini, “Sudah, sudah.” kata saya, “Mereka kan udah minta maaf, sekarang ratu keluar ya.”

Sebelum keluar saya tanya ratu tersebut ada berapa jin yang ada di rumah ini dan sekitarnya, “Aku tidak bisa menghitung.” katanya, “Hah, kamu sebagai ratu gak berhitung? Malu sama rakyatmu dong masak ratu gak bisa berhitung.” dia hanya tersenyum lalu saya jentikkan jari (seperti ustadz Nur saat berdialog dengan medium dan memberikan sesuatu) “Ini tak kasih ilmu hitung.” seketika itu berkata, “Dalam kamar ada 19 kamar satunya kosong, di sumur 25, di dapur 4, di ruang tamu gak terhitung karena berjubel dan berdesak-desakan.” “Oh ya itu Nurul ada yang merasukinya gak?” tanya saya karena melihat Nurul tak sadar lagi, dia menoleh ke arah Nurul dan berkata dia hanya pingsan. “Ohh ya udah terima kasih.” jawab saya, “Kamu keluar.” “Ya.” jawabnya, seiring dengan takbir yang saya ucapkan keluarlah ratu jin tersebut dari tubuh Ros, dan akhirnya suasana menjadi tenang kembali, karena keadaan sudah normal akhirnya saya pulang. Demikian pengalaman saya untuk yang kedua menetralkan orang yang kerasukan, terima kasih dan mohon bimbinganya, sekian, wassalaamualaikum wr.wb.

Vava Kurosaki

Assalamu’alaykum.. SHOLALLOHU ‘ALAA MUHAMMAD.. Salam hormat ta’dzimku tuk guru kawula kyai Nurjati dan kyai Nur Rozaq. Salam sayang teruntuk semua ikhwan TQNS.. Ijinkan saya bercerita namun cerita ini adalah apa yang dialami kakakku karena beliau tak bisa maen fb, saya hanya penyambung lidah aja. Begini ceritanya, mulai setahun lalu kakakku merantau ke Jambi. Nah sebulum berangkat saya memohonkan ijin kyai Nur untuk dzikir pondasi TQN dan minta ijin save foto kyai Nur, akhirnya foto itu saya laminating agar tak rusak kena air sejumlah 5 buah saya bagi untuk semua keluarga. Akhirnya saya sebelum berangkat ke Jambi saya serahkan dzikir pondasi TQN serta 1 foto kyai Nur (tentunya seijin kyai Nur) saya berpesan padanya, “Simpan foto ini bawa kemanapun, bila ada apa-apa kamu kirim fatehah ke kyai Nurjati dan kyai Nur Rozaq sambil pegang foto ini di atas air lalu minumlah (sambil doa apa hajatmu). Nah tibalah saatnya saat di sana dia dimintai tolong orang sakit, sebut aja namanya pakde, dialog.

Pakde, “Mas tolong obatin saya.”

Kakak, “Saya tak bisa apa-apa pak.”

Pakde, “Udahlah mas apain aja biar sembuh.”

(kakak garuk-garuk kepala bingung mau ngapain) Nah teringatlah kakak pada foto kyai, langsung aja dia ambil foto kyai dicelup di air gelas lalu kirim fatehah ke kyai Nurjati dan kyai Nur Rozak, 7x, lalu doa, ‘YAA ALLOH dengan keramatnya kyai Nurjati dan kyai Nur Rozaq sembuhkanlah orang ini dari sakitnya, alfatehah.’ Lalu diminumkanlah air itu kepada pakde, habis itu dia ambil telur digelinding-gelindingkanlah ke seluruh tubuh pakde (entah dapet ide darimana spontan soalnya saking bingungnya mau diapain). Nah habis itu selesai dipecahlah telur itu, betapa kagetnya kakak di dalam telur ternyata ada semacam serpihan serbuk aneh dan seperti darah kental. Selesai sudah proses dan pulanglah pakde ke rumahnya, habis itu beberapa hari kemudian pakde laporan bahwa udah sembuh.

Adalagi tetangga kakak ada yang kesurupan bawa parang ngamuk mau bunuh istrinya, nah saat itu orang satu lingkungan tak ada yang berani melerai, nah saat itu kakak kebetulan lewat melihat, karena kasihan dan berbahaya, kakak berusaha maju untuk menenangkan orang kesurupan itu sambil bawa foto kyai sambil doa minta karomahnya kyai Nurjati dan Nur Rozaq kakak mendekatinya, tetapi dia malah menebaskan parangnya kearah kakak berkali-kali namun alhamdulillah tak kena malah kena papan rumahnya. Akhirnya karena membeladiri kakak terpaksa melumpuhkannya dengan pukulan sampe ambruk..!!! “SHOLALLOHU ‘ALAA MUHAMMAD”

Sugiyono

Assalamualaikum wr. wb. Pulang dari masjid jama’ah sholat magrib, istri bilang barusan dapet telp dari mama di Jakarta, mengabarkan siang tadi adik masuk rumah sakit.

Istri, “Kata mama adik batuk darah mas dan mama bilang diagnosa dokter tidak ada masalah di paru-paru ataupun jantungnya, dengan kata lain kondisi organ dalamnya sehat tapi kenapa batuk keluar darah?? Diobati ya mas.”

Saya, “Ya aku buka puasa dulu.”

Istri, “Diobati dulu sebentar, buka puasanya ntar aja mumpung belum batal wudhunya.”

Saya, “Iya deh, kamu telp mama suruh adik duduk menghadap kiblat dan sediakan air putih segelas taruh di depannya dia duduk.”

Istri, “Sudah mas berikut airnya juga sudah siap.”

Saya, “Tunggu sebentar.”

Duduk bersila di ruangan tempat biasa saya dzikir, konsentrasi lafadz Alloh di dada dan saya panggil mas khodam untuk membantu mengobati. Saya bayangkan adik duduk persis di depan saya, saya pegang dada serta perutnya dan saya tarik terus remas hancur jadi debu penyebab sakitnya, (diulang 3 x) setelah itu saya raba seluruh tubuhnya untuk membersihkan dan menetralisir bekas sarang penyakitnya, dilanjut dengan do’a dan saya transfer ke air yang sudah disediakan. Setelah proses pengobatan selesai saya bilang sama istri suruh adik minum airnya sisakan setengahnya buat mandi, baca bismillahhirohmannirrohiim 3x tahan nafas dan mandinya juga, kita tunggu reaksinya semoga besuk pagi sembuh, “Aamiin…” (jawab istri)

Jam satu dini hari hp berdering membuyarkan konsentrasi dzikirku, mama telp kali ini saya yang angkat, mama bilang, “Nak, batuk adik masih keluar darah, malah semakin menjadi-jadi bahkan mengeluarkan darah segar gimana ini nak.” (dalam hati) Waduh musti jawab apa ini, dengan agak bingung saya jawab aja dengan jawaban yang menghibur agar mama tidak panik, “Gak usah takut ma itu sedang mengeluarkan penyakitnya, ntar sembuh kalau penyakitnya sudah tuntas keluar semua.” masih dengan nada panik mama bilang, “Panggil dokter gak nak?” “Gak usah ma ntar berhenti sendiri batuknya kalau penyakitnya sudah keluar semua, (jawabku sekenanya) dah ya ma….” telp saya tutup dan lanjutkan dzikirku.

Jam 3 sore mama telp lagi kasih kabar kalau ba’da subuh tadi batuknya keluar darah kental agak hitam, setelah itu jika batuk sudah tidak keluar darah lagi, bahkan sekarang sudah tidak batuk lagi dan dokter juga mengijinkan pulang sore ini juga, saya jawab, “Alhamdulillah… semoga sudah bener-bener sembuh dan tidak kambuh lagi.” “Aamiin…” jawabnya. Demikian cerita saya semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada salah kata yang kurang berkenan. Salam ta’dzim dan hormat saya teruntuk kyai Cilik, wabil khusus kyai Nur, terimakasih yang sedalam-dalamnya atas bimbingannya, semoga rahmad Alloh tercurah kepada beliau fiddunya wal akhiroh. Wassalamu’alaikum wr. wb.

Vava Kurosaki

Assalamu’alaykum.. Sholallohu ‘alaa muhammad… Salam hormat ta’dzim saya pada guru kawula KYAI NURJATI dan KYAI NUR ROZAQ.. Salam sayang tuk seluruh ikhwan TQNS. Langsung saja ijinkan saya cerita. Tepatnya 3 minggu lalu saat saya kerja di hutan saya tiap malam gelisah tak bisa tidur kepikiran adik saya, sejenak mimpi pohon tumbang mengenai atap rumah, malam berikutnya mimpi adik meninggal, 3 malam berturut-turut. Mau telpon keluarga di kampung tak ada signal di hutan. Tiap sore mencium bunga semboja. Saat itu pikiranku gelisah terfokus ke adik ada apa dengan dia? Maka saya keluar hutan ke kota (maklum di pedalaman) untuk cari signal, segera saya telpun keluarga, telpun ibu tanya gimana kabar adik, apakah baik aja? Jawab ibu baik. Hati masih gelisah belum puas dengan jawaban ibu saya langsung coba telpon adik tapi tak diangkat berkali-kali saya makin cemas, saya coba terus akhirnya diangkat. Dengan suara lirih adik menjawab, saya langsung tanya, “Apa kamu lagi sakiit..?” Adik, “Iya aku lagi sakit parah udah 2 minggu di RS dan rambutku dipotong dan aku udah pesan sama ibu jangan bilang siapapun kalo aku lagi sakit..” Jreennng saya langsung lemes kaget YAA ALLOOHH, ternyata benar firasatku apa yang ku khawatirkan. Saya mau marah kenapa tak dikabari tapi saya tahan teringat dia lagi sakit, ya sudahlah yang penting sekarang gimana dia bisa sembuh. Lalu telpun ditutup karena sama dokter dia tak boleh bawa hp di ruang ICU. Teringat doa rofithoh maka saya habis sholat segera kirim hadoroh fatehah 7x pada KYAI NURJATI dan KYAI NUR ROZAQ lalu baca doa rofihoh: YAA ALLOH dengan karomahnya guru kawulo kyai Nurjati saya mohon segera sembuhkanlah adikku dari penyakitnya dan bila ada orang berniat jahat padanya maka sadarkanlah namun bila tak mau sadar hancurkanlah mereka, alfatehah. Sambil melmbayangkan adik baring di depanku saya cabut asap hitam dari perutnya lalu terlintas wajah kyai Cilik dan kyai Nurrozaq. Dan alhamdulillah dalam 2 hari adek diperbolehkan pulang. Dan berangsur sembuh. Alhamdulillah.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s